- Tim Gempita Kabupaten Temanggung melakukan perekaman KTP elektronik bagi penyandang ODGJ dengan pendekatan persuasif menggunakan makanan dan rokok.
- Seorang kepala desa di Temanggung turut terjun langsung ke lapangan untuk membantu petugas membujuk warga melakukan perekaman data.
- Upaya jemput bola tersebut bertujuan memastikan kelompok rentan mendapatkan hak administrasi kependudukan demi akses layanan kesehatan dan sosial.
Dalam video terlihat seorang pria berpakaian keki lengkap dengan topi yang ternyata adalah kepala desa setempat. Ia ikut membantu tim dalam membujuk ODGJ agar bersedia melakukan perekaman KTP.
Menurut pengalaman tim Gempita, keterlibatan langsung kepala desa dalam kegiatan seperti ini tergolong jarang terjadi.
Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan publik, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.
4. Peran Tim Gempita dalam Pelayanan Inklusif
Tim Gempita sendiri merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memastikan seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan, mendapatkan hak administrasi kependudukan.
Kelompok seperti ODGJ sering kali mengalami kesulitan dalam mengakses layanan dasar, termasuk pembuatan KTP. Padahal, dokumen ini sangat penting untuk berbagai kebutuhan, mulai dari akses layanan kesehatan hingga bantuan sosial.
Melalui program ini, petugas tidak menunggu warga datang, tetapi justru mendatangi langsung mereka di lapangan.
Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa dilakukan secara lebih humanis dan proaktif.
5. Momen Viral yang Mengandung Nilai Empati
Baca Juga: Viral, Skandal Oknum Kades di Demak, Diduga Selingkuh dengan Istri Orang di Kamar Kos
Video yang diunggah oleh @wulan.semar ini tidak hanya menarik perhatian karena keunikannya, tetapi juga karena nilai kemanusiaan yang ditampilkan.
Banyak warganet yang mengapresiasi perjuangan tim di lapangan, terutama karena mereka harus menghadapi kondisi yang tidak mudah dengan penuh kesabaran.
Kehadiran kepala desa juga dinilai sebagai contoh kepemimpinan yang turun langsung dan tidak hanya mengandalkan instruksi dari balik meja.
6. Pentingnya Kesadaran terhadap Kelompok Rentan
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal pelayanan publik.
ODGJ bukan hanya membutuhkan penanganan kesehatan, tetapi juga pengakuan sebagai warga negara yang memiliki hak yang sama, termasuk dalam administrasi kependudukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ancaman PMK Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban
-
BRI Pro Ekonomi Kerakyatan, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Nasabah Pinjaman
-
80% Desa di Indonesia Telah Terjangkau BRILink Agen
-
Detik-detik Penangkapan Kiai Cabul Pati, Tak Berkutik saat Sembunyi di Wonogiri
-
Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri