- Kecelakaan beruntun terjadi di Pasar Kliwon pada Selasa (7/4/2026) akibat mobil mengerem mendadak demi memberi jalan penyeberang.
- Seorang nenek menyeberang dengan tertib di zebra cross saat kondisi hujan lebat yang menyebabkan permukaan jalan menjadi licin.
- Insiden yang viral di media sosial ini tidak menimbulkan korban jiwa meski memicu perdebatan mengenai keselamatan berlalu lintas.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah video yang memperlihatkan momen menegangkan di kawasan Pasar Kliwon viral di media sosial. Kejadian yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) itu memperlihatkan seorang nenek yang menyeberang di zebra cross saat hujan, hingga memicu insiden tabrakan beruntun.
Meski berakhir tanpa korban jiwa, peristiwa ini memantik perdebatan publik soal keselamatan berlalu lintas. Berikut 5 fakta penting di balik kejadian tersebut:
1. Terjadi Saat Hujan dan Jalan Licin
Peristiwa ini terjadi saat kondisi cuaca hujan mengguyur kawasan Pasar Kliwon. Jalanan yang basah membuat permukaan menjadi licin dan berisiko tinggi bagi pengendara.
Di saat yang sama, arus lalu lintas terpantau cukup ramai. Kombinasi antara hujan, jalan licin, dan kepadatan kendaraan menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi kecelakaan di lokasi tersebut.
2. Nenek Menyeberang Sesuai Aturan
Dalam video yang beredar, terlihat seorang nenek menyeberang jalan melalui zebra cross—tindakan yang sudah sesuai dengan aturan lalu lintas.
Keberadaan zebra cross seharusnya memberi prioritas bagi pejalan kaki. Hal ini membuat pengendara wajib mengurangi kecepatan dan memberikan jalan.
Momen ini justru menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa pejalan kaki sudah tertib, namun risiko tetap terjadi akibat kondisi lalu lintas yang kurang ideal.
Baca Juga: Tak Cukup Hanya Kuratif, Sarif Abdillah Ungkap Kunci Sehat Masyarakat Jateng: Fokus ke Preventif!
3. Mobil Mengerem Mendadak untuk Menghindari Pejalan Kaki
Sebuah mobil yang melaju di depan terlihat terlambat mengantisipasi keberadaan nenek tersebut. Pengemudi kemudian melakukan pengereman mendadak untuk memberikan jalan.
Keputusan ini kemungkinan diambil untuk menghindari potensi tabrakan dengan pejalan kaki. Namun, pengereman mendadak di jalan licin menjadi pemicu situasi berbahaya bagi kendaraan di belakang.
4. Motor di Belakang Diduga Kurang Jaga Jarak
Di saat bersamaan, sepeda motor yang berada di belakang mobil diduga tidak menjaga jarak aman. Ketika mobil berhenti mendadak, pengendara motor tidak sempat mengantisipasi.
Akibatnya, motor tersebut menabrak bagian belakang mobil. Faktor jalan licin juga memperparah kondisi, membuat motor oleng dan sulit dikendalikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
-
Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 60.000 Desa di Indonesia
-
Minta Maaf ke Warga Cilacap, Bupati Nonaktif Syamsul Auliya Rachman Bantah Terlibat Pengumpulan THR
-
Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari