- Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dikembangkan menjadi pusat ekonomi maritim untuk mengurangi ketimpangan pembangunan wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
- Proyek pengembangan yang ditargetkan rampung pada 2028 ini akan meningkatkan kapasitas produksi perikanan hingga 110 ribu ton per tahun.
- Peningkatan fasilitas pelabuhan bertujuan mengoptimalkan aktivitas sandar kapal sekaligus mendorong sektor ekspor serta hilirisasi industri perikanan lokal.
SuaraJawaTengah.id - Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap didorong menjadi simpul utama penggerak ekonomi kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela).
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, hal itu bisa dilakukan melalui penguatan integrasi sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir.
“Penguatan sektor maritim menjadi salah satu strategi penting untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Tengah,” ungkapnya.
PPS Cilacap merupakan pelabuhan perikanan samudera kelas I yang saat ini tengah dalam proses pengembangan dan ditargetkan rampung pada 2028.
Dalam pengembangan tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas volume produksi perikanan hingga sekitar 110 ribu ton per tahun. Pengembangan juga akan meningkatkan daya tampung kapal hingga lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 1.470 unit.
“Peningkatan kapasitas ini membuka peluang besar bagi penguatan ekspor, impor, serta pengembangan industri hilirisasi perikanan di wilayah selatan Jawa Tengah,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Potensi perikanan tangkap di selatan Jawa Tengah, jelas Kakung, sebenarnya merata dari Purworejo sampai Cilacap. Meski skalanya berbeda, seluruh wilayah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan PPS Cilacap sebagai simpulnya.
“Jika ekspor dan hilirisasi bisa dilakukan langsung dari Cilacap, nilai tambah ekonomi akan dirasakan oleh daerah-daerah selatan, mulai dari Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo,” terangnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif, juga menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) sektor maritim agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan peluang tersebut.
Baca Juga: Alarm DPRD Jateng: Jangan Cuma Nunggu Pajak, Saatnya BRIDA dan Aset Jadi Mesin Uang!
“Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah kejuruan, dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat,” terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Cilacap dan Banyumas ini.
Kakung pun mendorong, pengembangan pelabuhan ini bisa diselesaikan sesuai target. Hal ini untuk mengatasi overkapasitas armada yang terjadi saat ini.
“Karena jumlah kapal yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas pelabuhan yang tersedia. Kondisi ini menyebabkan aktivitas sandar kapal menjadi tidak optimal,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding
-
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi
-
Lengkap! Ini Deretan Vonis Menyakitkan yang Diterima Bupati Pati Nonaktif Sudewo