- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menekankan kesiapan matang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 demi pelayanan maksimal bagi jemaah.
- Jawa Tengah menerima kuota 34.122 jemaah haji yang dijadwalkan berangkat mulai 22 April 2026 melalui Embarkasi Solo dan Yogyakarta.
- Penyelenggara harus memastikan penyelesaian visa dan kartu Nusuk secara tepat waktu guna mengantisipasi berbagai tantangan dinamis saat ibadah haji.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menekankan pentingnya kesiapan matang dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M.
Sarif berharap pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan sesuai harapan jemaah, meskipun di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.
“Kita ingin, pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan ibadah haji ini benar-benar menjalankan persiapan secara serius. Ini dimulai dari persiapan pemberangkatan, hingga nanti kembali lagi ke Jawa Tengah," ungkap Sarif Abdillah.
Kuota haji reguler Jawa Tengah tahun 2026 ditetapkan sebanyak 34.122 orang, meningkat 3.745 orang dari tahun sebelumnya. Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan mulai 22 April 2026, dengan operasional melalui dua embarkasi, yakni Embarkasi Solo (Asrama Haji Donohudan) dan Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).
“Harus ada keseriusan dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Ini harapan bagi semua, termasuk tentunya pemerintah,” jelas Sarif.
Kakung, sapaan akrab Sarif mencontohkan, penerbitan visa bagi jamaah harus benar-benar tuntas sebelum keberangkatan. Termasuk distribusi kartu Nusuk.
“Penerbitan visa yang sudah selesai seluruhnya tentu merupakan capaian penting. Demikian juga dengan Nusuk yang dibagikan sebelum keberangkatan, ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kepada jamaah,” jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung menekankan penyelenggaraan haji setiap tahun selalu menghadapi dinamika yang berbeda, baik menjelang keberangkatan, maupun setelah berada di Arab Saudi.
“Sehingga diperlukan kemampuan adaptasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, karena tantangan kepada penyelenggara haji itu sangat dinamis,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Alarm DPRD Jateng: Jangan Cuma Nunggu Pajak, Saatnya BRIDA dan Aset Jadi Mesin Uang!
Persoalan yang muncul tahun lalu, menurutnya, belum tentu terjadi tahun ini. Karena itu, semua harus mampu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini agar tidak berdampak pada pelayanan jamaah.
“Penyelenggaraan haji itu berlangsung setiap tahun, namun prosesnya tidak boleh terputus atau berjarak. Harus ada kesinambungan yang baik agar kualitas layanan terus meningkat,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
KPK Bawa 60 Dokumen dari Rektorat Unsoed, Plt Rektor Tegaskan Tak Ada Pemeriksaan
-
Hadapi Era AI, Pendidikan Didorong Bentuk SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Semen Gresik Raih Best Choice Brand Portland Cement Pada Ajang The Peoples Choice 2026
-
BRI Dekat Dengan Pekerja Migran Indonesia Lewat Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan"
-
10 Taksi Listrik Mengaspal di Semarang, Jateng Mulai Kaji Elektrifikasi Trans hingga Travel