- Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat 2.188 suspek campak hingga 7 April dengan 144 kasus positif terkonfirmasi laboratorium.
- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah mendesak pemerintah mengoptimalkan program imunisasi wajib untuk melindungi kesehatan seluruh masyarakat.
- Data kasus tersebut akan dijadikan dasar perbaikan kebijakan pencegahan penyakit serta penguatan sistem kesehatan di masa depan.
SuaraJawaTengah.id - Merebaknya kasus campak di Jawa Tengah harus menjadi pengingat bagi semua untuk segera membangun kesadaran kolektif mewujudkan pola hidup sehat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, pola hidup sehat itu bisa mulai dari lingkup keluarga, sebagai bagian mewujudkan sistem kesehatan secara menyeluruh.
“Upaya membangun pola hidup sehat masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan bagi setiap warga negara melalui aspek yang mendasar, seperti kesehatan,” ungkap Sarif Abdillah.
Hingga 7 April lalu, Dinas Kesehatan Jateng mencatat suspek campak yang ditemukan di provinsi ini mencapai 2.188 kasus. Jumlah tersebut di antaranya tersebar di Kabupaten Kudus sebanyak 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, Klaten 54 kasus, dan daerah-daerah lainnya.
Dari jumlah tersebut, positif campak yang sudah dilengkapi pemeriksaan laboratorium diketahui ada 144 kasus, dan positif rubella 18 kasus. Sebaran positif campak tertinggi ada di Kabupaten Cilacap dengan 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus, serta Klaten 6 kasus campak dan 1 rubella.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, data itu harus menjadi perhatian serius secara bersama, untuk kemudian dilakukan penanganan secara maksimal.
“Upaya imunisasi merupakan program wajib dari pemerintah pusat yang pelaksanaannya oleh pemerintah daerah,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung pun menambahkan, bahwa keseluruhan data tersebut harus mampu dimanfaatkan sebagai dasar untuk menentukan perbaikan arah kebijakan terkait upaya pencegahan sejumlah penyakit, dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan ke depan.
“Untuk saat ini, tentu harus terus galakkan imunisasi sekaligus deteksi dini,” terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Antisipasi Krisis Pangan, Sarif Abdillah Minta Pemda Segera Bergerak Sebelum Kemarau Puncak
Kakung pun berharap, sejumlah program imunisasi dan pencegahan yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya bagi setiap masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ritual Sakral Waisak: Puluhan Biksu Jemput Air Berkah Umbul Jumprit untuk Sucikan Jiwa Manusia
-
Jateng Darurat Kekerasan Pesantren, Gubernur Luthfi Dorong Gerakan 'Asah-Asuh'
-
Waspada! Dampak Siklon Jangmi, Jawa Tengah Masuk Zona Sabuk Konvergensi Hujan Lebat
-
Misteri Kematian Satu Keluarga, Sampel Organ Korban Termuda Jadi Kunci Pengungkap Misteri Kledung
-
Kelola Payroll Perusahaan Lebih Mudah Bersama QLola by BRI