Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 17 April 2026 | 18:57 WIB
Ilustrasi Haji 2026. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • KH. Muhammad Fatwa mendesak penghentian konflik AS-Israel-Iran guna menjamin keamanan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di Arab Saudi.
  • Pertemuan dengan Duta Besar Saudi di kediamannya pada 15 April 2026 menekankan stabilitas kawasan demi keselamatan jutaan jemaah.
  • Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dinilai telah menyiapkan sistem pengamanan serta layanan haji yang matang bagi seluruh jemaah.

SuaraJawaTengah.id - Eskalasi konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran memicu kekhawatiran serius dari tokoh agama di Indonesia.

Di tengah persiapan ibadah haji yang sudah di depan mata, seruan kuat untuk menghentikan permusuhan disuarakan demi menjamin keselamatan dan kekhusyukan jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal, KH. Muhammad Fatwa, dalam sebuah pertemuan penting.

Momen tersebut terjadi saat acara halalbihalal bersama Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, di kediaman Dubes pada Rabu (15/4/2026).

Dalam forum strategis itu, Kiai Fatwa tidak hanya membahas kerja sama bilateral, tetapi secara tegas meminta agar perang yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah segera dihentikan.

Menurutnya, kesucian dan keamanan pelaksanaan ibadah haji tidak boleh diganggu oleh kepentingan politik negara mana pun.

"Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua Tanah Suci di Saudi Arabia," tegas Kiai Fatwa.

Pernyataannya menjadi alarm keras bahwa dampak konflik bisa meluas hingga mengancam prosesi ibadah yang menjadi impian umat Islam, termasuk lebih dari 200 ribu jemaah asal Indonesia.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal, KH. Muhammad Fatwa bersama Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody. (Istimewa).

"Oleh karenanya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026," sambungnya.

Baca Juga: Cerita Fenomena Ganjil di Tanah Suci Mekkah: Antara Ujian, Mistis, dan Niat yang Lurus

Keamanan Arab Saudi dan Kesiapan Indonesia Jadi Tumpuan

Di tengah ancaman geopolitik tersebut, KH. Muhammad Fatwa menaruh kepercayaan besar pada sinergi yang telah dibangun antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia.

Koordinasi solid kedua negara ini dinilai semakin matang dan menjadi tumpuan utama bagi kenyamanan serta keselamatan seluruh jemaah.

Secara khusus, beliau memberikan pujian tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dedikasinya dalam meningkatkan aspek keamanan.

Standar pengamanan canggih yang diterapkan tahun ini diyakini mampu memberikan ketenangan batin bagi para calon tamu Allah.

"Kami melihat lompatan besar dalam sistem keamanan dan manajemen massa yang disiapkan oleh Pemerintah Saudi. Integrasi teknologi dan pengawasan di lapangan memastikan bahwa aspek keselamatan jemaah menjadi prioritas utama," ujar Kiai Fatwa.

Load More