- Oknum kiai di Tlogowungu, Pati diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati selama kurun waktu 2024 hingga 2026.
- Pelaku memanfaatkan kerentanan ekonomi santriwati dengan modus ancaman pengusiran jika menolak perintah asusila di lingkungan pondok pesantren.
- Kuasa hukum mendesak Polresta Pati segera menetapkan tersangka karena terdapat bukti kuat dan dampak fatal bagi para korban.
SuaraJawaTengah.id - Tabir gelap dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai terkuak.
Seorang oknum kiai, pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap puluhan santriwatinya secara sistematis dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2024-2026).
Berdasarkan pendampingan hukum yang berjalan, terungkap sejumlah fakta mencengangkan mengenai skala korban dan modus operandi pelaku yang memanfaatkan kerentanan ekonomi para santri.
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, membeberkan data yang jauh lebih besar dari laporan resmi yang masuk ke kepolisian.
"Korban yang melapor ke polisi jumlahnya hanya delapan orang. Tapi jumlah korban dari keterangan saksi lebih banyak mencapai 30-50 santriwati. Korban rata-rata masih duduk di bangku sekolah menengah pertama," ungkap Ali saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Fakta di lapangan menunjukkan pelaku menyalahgunakan otoritas mutlaknya sebagai pengasuh. Ali menjelaskan, mayoritas korban berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim piatu yang sangat bergantung pada pendidikan gratis di ponpes tersebut. Kondisi inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk menekan korban.
Modus operandi yang dijalankan pelaku tergolong teror psikologis. Pelaku menghubungi korban pada tengah malam dengan perintah yang tidak wajar, disertai ancaman pengusiran jika menolak.
"Pengasuh ponpes ini setiap jam 24.00 WIB menghubungi santriwati untuk menemani tidur. Kalau korban menolak, ada ancaman saya keluarkan," jelas Ali memaparkan pola kejahatan pelaku.
Fakta lain yang tak kalah mengejutkan adalah lokasi eksekusi tindakan bejat tersebut. Ali memaparkan bahwa pelaku memiliki dua lokasi favorit di area pesantren. Salah satunya bahkan berada di lokasi yang sangat berisiko dan menunjukkan keberanian pelaku.
Baca Juga: 5 Fakta Tragedi Tongtek di Pati, Pemuda 19 Tahun Dikeroyok Saat Cari Sahur
"Jadi ada dua tempat. Pertama itu ketika ada bangun ponpes ada bedeng atau mes untuk tempat barang kantor karyawan. Yang kedua itu di kamar bersebelahan dengan kamar istrinya," papar Ali.
Dampak dari perbuatan berulang ini sangat fatal. Ali mengungkapkan adanya upaya menutupi kasus di masa lalu ketika ada korban yang hamil akibat perbuatan oknum kiai tersebut. Solusi yang diambil justru menambah ketidakadilan bagi korban.
“Menurut keterangan saya dapat oknum tersebut ada yang sampai hamil, tapi disuruh nikah dengan santri binaan lainnya," ungkapnya.
Mengingat bukti permulaan dan keterangan saksi yang dinilai sudah kuat, Ali mendesak Polresta Pati untuk segera meningkatkan status terlapor menjadi tersangka dan melakukan penahanan.
Hal ini dianggap krusial untuk mencegah bertambahnya korban dan menghilangkan potensi intimidasi terhadap saksi-saksi yang mulai berani bersuara.
Sementara itu, Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid membenarkan adanya laporan tersebut dan mengonfirmasi bahwa penanganan kasus kini diambil alih oleh tingkat polres.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Fakta Skandal Kiai di Pati: Diduga Cabuli 50 Santri, Modus Teror Tengah Malam di Samping Kamar Istri
-
Cuaca Semarang Hari Ini: Diprediksi Hujan Ringan di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem Jateng
-
Duh! Ekonomi Jadi Pemicu Utama, Ribuan Istri di Cilacap Pilih Jadi Janda, Banyak dari Kalangan TKW
-
Sri Murdani dan TK yang Menambal Problem Sekolah Inklusi
-
Kasus Ndolo Kusumo Pati, Ini 6 Catatan MUI Pusat dari Sanksi Nonaktif Hingga Pembekuan