- Kiai IAJ, pengasuh pondok pesantren di Jepara, ditahan kepolisian setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap santrinya sejak April 2025.
- Tersangka memperdaya korban dengan modus ijab kabul palsu dan memberikan uang mahar agar bisa melancarkan tindakan asusila tersebut.
- Kasus ini terungkap pada Februari 2026 setelah ibu korban menemukan pesan singkat tidak pantas di ponsel anaknya saat liburan.
SuaraJawaTengah.id - Skandal kekerasan seksual yang melibatkan seorang Kiai pengasuh Pondok Pesantren di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, berinisial IAJ (60), akhirnya terbongkar setelah hampir setahun tertutup rapat.
Kasus yang mencoreng dunia pesantren ini terungkap berkat kecurigaan seorang ibu terhadap pesan singkat di ponsel anaknya.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, dalam konferensi pers Selasa (12/5/2026), membeberkan kronologi lengkap peristiwa yang berujung pada penetapan tersangka dan penahanan Kiai IAJ sejak Senin (11/5).
Awal Mula Kejadian: Gudang dan Modus "Ijab Kabul"
Peristiwa pilu ini bermula pada 27 April 2025. Tempat kejadian perkara (TKP) yang dipilih tersangka adalah gudang produksi air mineral merek AHQ di lingkungan ponpes.
Di sanalah IAJ melancarkan modus operandinya untuk memperdaya santrinya sendiri, MAR (19).
Menurut Kapolres, demi memuluskan niat bejatnya, sang Kiai melakukan tipu daya dengan seolah-olah melakukan "ijab kabul sepihak".
Korban diminta membaca kertas berbahasa Arab, lalu dituntun membaca bismillah, syahadat, dan sholawat nabi. Sebagai penutup sandiwara tersebut, korban diberi uang Rp100 ribu yang disebut sebagai mahar.
"Hal itu dilakukan untuk meyakinkan korban bahwa ia sudah dinikahi secara sah oleh pelaku," jelas AKBP Hadi dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri
Dengan doktrin manipulatif tersebut, tersangka leluasa menyuruh korban untuk melayaninya layaknya suami istri berulang kali dalam kurun waktu yang lama.
Terbongkar Saat Liburan
Aksi keji yang tertutup rapat dinding pesantren itu akhirnya terendus pada Februari 2026. Saat itu, korban MAR sedang pulang ke rumah untuk menikmati masa liburan.
Momen krusial terjadi ketika ibu korban tanpa sengaja melihat notifikasi pesan WhatsApp yang masuk ke ponsel putrinya.
Pesan tersebut ternyata berasal dari Kiai IAJ, namun isinya dinilai sangat tidak pantas dan bernada mesum, jauh dari komunikasi wajar antara pengasuh dan santri.
Curiga dengan pesan tersebut, sang ibu lantas menginterogasi putrinya. Korban akhirnya tak kuasa menahan beban dan menceritakan semua perlakuan yang diterimanya dari sang Kiai di gudang pesantren selama ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kronologi Terbongkarnya Aksi Kiai Cabul di Jepara: Berawal dari Pesan WA Bernada Mesum
-
Modus 'Nikah Siri' Akal-akalan Kiai Ponpes Jepara Terbongkar: Paksa Santri Layani Nafsu di Gudang
-
Sarif Abdillah Soroti Potensi Penyelewengan Pupuk Bersubsidi
-
Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Demi Pergi Haji
-
Tragedi Berdarah di Pekalongan: Ibu Lansia Tewas di Tangan Anak Kandung, Cobek Batu Jadi Saksi Bisu