- Dari Bengkel Kecil ke Industri Nasional. Fikky membangun Futake dari nol hingga memiliki 300 karyawan dan ribuan produk manufaktur.
- Pernah terlilit utang, Fikky bangkit dan membuktikan keberanian lebih penting dari modal.
- Menurut Fikky, relasi, branding digital, dan AI menjadi kunci memenangkan persaingan bisnis.
Dalam pemaparannya, Fikky menyebut Futake Indonesia kini memiliki lebih dari seribu jenis produk, mulai dari tiang lampu pedestrian, manhole cover, bollard jalan, kursi taman, hingga produk lanskap dan drainase.
Soal omzet jangan tanya, tentu dengan jumlah produk sebanyak itu dan karyawan ratusan orang, bukan pendapatan yang kecil. Bisa miliaran rupiah per bulan.
*Produk Terpajang Sampai IKN*
Produk-produk tersebut telah digunakan di berbagai proyek nasional seperti Malioboro Yogyakarta, Kota Tua Jakarta, TMII, Labuan Bajo, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada kesempatan itu Fikky juga menunjukkan perusahaan yang Ia jalankan berkembang dari pasar lokal Klaten menuju pasar nasional melalui penguatan digital marketing, branding, dan jaringan bisnis.
“Kami tidak memulai dari kota besar. Kami memulai dari Klaten. Namun lewat digitalisasi, inovasi tanpa henti, dan jalinan relasi yang kokoh, produk dari Klaten kini dikenal di seantero Indonesia,” tulis Fikky dalam materi presentasinya.
Ia juga menyoroti perubahan pola bisnis di era modern.
Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup tanpa penguatan branding dan pemasaran digital.
“Di era modern, kompetisi sesungguhnya bukan perang produk, melainkan perebutan perhatian publik,” ujarnya.
Baca Juga: Transformasi Desa Tugu Selatan Lewat Program BRI Desa BRILiaN Dorong Ekonomi Lokal
Fikky menilai jejaring dan relasi menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha. Karena itu, ia mendorong generasi muda aktif membangun komunitas dan memperluas koneksi.
“Bisnis tidak tumbuh sendirian. Pertumbuhan Anda ditentukan oleh siapa yang mengenal Anda dan siapa yang mempercayai kompetensi Anda,” kata Fikky.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi AI dalam dunia usaha.
Menurutnya, pelaku usaha yang mampu memanfaatkan AI akan lebih unggul dibanding yang menolak perkembangan teknologi.
“AI tidak akan menggantikan pengusaha. Tetapi pengusaha yang piawai memanfaatkan AI akan cepat menggilas pengusaha yang menolak menggunakannya,” ujar dia.
Selain itu, Fikky juga tak henti-hentinya memberikan hadiah umroh kepada karyawan terbaiknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar
-
Pemkot Semarang Buka Pintu Sekolah Negeri untuk Anak Perantau dan Sediakan 6.000 Kursi Swasta Gratis
-
Sarif Abdillah Dorong Destinasi Wisata Jateng Perkuat Standar Keselamatan Wisatawan
-
BRI Hadirkan Registrasi BRImo Global, Tersedia di 15 Negara Sekaligus
-
Kisah Fikky Arif Warga Desa yang Jadi Miliarder: Dulu Ngelas Sendiri, Sekarang Punya 300 Karyawan