- Pemprov Jawa Tengah menerbitkan surat edaran agar ayah ASN terlibat aktif dalam pendidikan anak di sekolah.
- Kebijakan ini mewajibkan ayah hadir saat pengambilan rapor dan hari pertama sekolah guna mendukung perkembangan anak.
- Langkah tersebut bertujuan mengatasi fenomena fatherless serta memperkuat kualitas karakter dan motivasi belajar anak di daerah.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengambil langkah serius menghadapi fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Melalui surat edaran resmi, Pemprov Jateng mengajak para ayah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk hadir langsung dalam momen penting pendidikan anak, mulai dari mengambil rapor hingga mengantar mereka pada hari pertama sekolah.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor S/400.13.26/207/2026 yang diterbitkan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak boleh hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Kehadiran ayah secara emosional dan sosial dinilai penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta motivasi belajar anak.
"Pelibatan ayah dalam mengambil rapor dan mengantar anak di hari pertama sekolah diharapkan mampu memperkuat karakter, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan kualitas relasi keluarga menuju Jawa Tengah yang cerdas dan berdaya saing," ujarnya.
Menurut Sumarno, fenomena fatherless menjadi tantangan serius yang perlu diantisipasi sejak dini. Sebab, banyak anak tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah dalam proses pendidikan dan pengasuhan, meskipun figur ayah secara fisik masih ada dalam keluarga.
Karena itu, Pemprov Jateng memberikan fleksibilitas waktu bagi ASN yang memiliki anak usia sekolah agar dapat hadir langsung saat pembagian rapor maupun mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.
Kebijakan tersebut juga diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Para bupati dan wali kota diminta menginstruksikan satuan pendidikan untuk mengimbau ayah atau wali ayah hadir secara langsung dalam dua momen penting tersebut.
Baca Juga: Jalan Rusak Berulang Jadi Sorotan, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pembangunan Sesuai Standar
Melalui gerakan GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) dan GAMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah), Pemprov Jateng ingin mengubah paradigma bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu.
Kehadiran ayah di ruang-ruang pendidikan diharapkan menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih kuat sekaligus menekan fenomena fatherless yang semakin mendapat perhatian secara nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja
-
Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol
-
KAI Hentikan Pembongkaran Eks Stasiun Banjarnegara, Janji Kembalikan Pintu seperti Semula
-
Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026