- Tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai 94 persen dan jalan nasional mencapai 93,47 persen pada awal 2026.
- Pemerintah daerah menerima bantuan Inpres Jalan Daerah tahun 2025 untuk menangani 30 paket pekerjaan sepanjang 132,62 kilometer jalan.
- Peningkatan kualitas infrastruktur jalan bertujuan memperlancar konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah.
SuaraJawaTengah.id - Kemantapan jalan di Jawa Tengah menjadi kunci memperlancar konektivitas, menekan biaya logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah. Kondisi yang ada perlu terus ditingkatkan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, data awal 2026, tingkat kemantapan jalan provinsi sebesar 94% dari total panjang 2.200 kilometer (km). Adapun kemantapan jalan nasional yang ada di provinsi ini tercatat mencapai 93,47%.
"Tentu kita ingin pemerintah bisa terus melakukan peningkatan kualitas jalan daerah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif, juga secara khusus menyoroti pelaksanaan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung swasembada pangan dan energi.
"Adanya Inpres Jalan Daerah (IJD) ini menjadi harapan besar bagi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Bantuan IJD TA 2025 di Jawa Tengah terdapat 30 paket pekerjaan penanganan jalan daerah. Total pekerjaan jalan sepanjang 132,62 kilometer, dengan anggaran sebesar Rp493,284 miliar. Adapun pada 2026 ini, Provinsi Jawa Tengah sudah mengusulkan penanganan jalan sepanjang 36,30 kilometer, dan penanganan jembatan sepanjang 249,70 meter.
"IJD ini juga sangat menjadi harapan masyarakat maupun daerah untuk memperoleh kemantapan jalan sehingga konektivitas kita lancar," kata Kakung.
Kemantapan jalan, kata Kakung, juga akan berimbas pada lancarnya distribusi berbagai hasil produksi, seperti pertanian, perikanan, sehingga ekonomi bergerak.
"Pada akhirnya juga pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat yang ujungnya ada kesejahteraan," beber legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
Atas dasar itu, Kakung menginginkan kemantapan jalan daerah ini bisa terus ditingkatkan, guna memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Karena kalau kemantapan jalan ini tidak diperhatikan, misalnya ada jalan berlubang, maka tentunya bisa meningkatkan angka kecelakaan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Dua Anak Luka Bakar, Ini Detik-detik Mencekam Kebakaran Rumah di Pajang Solo
-
Polres Blora Tahan Tiga Pelaku Pengeroyokan Dua Anggota Polisi
-
Tragedi di Tawangmangu: KIA Picanto Lepas Kendali dan Terjun ke Perkebunan, Satu Penumpang Tewas
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
KPK Bawa 60 Dokumen dari Rektorat Unsoed, Plt Rektor Tegaskan Tak Ada Pemeriksaan