Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 Juli 2026 | 13:34 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mendesak penambahan fasilitas cold storage di Pelabuhan Perikanan Cilacap guna menjaga kualitas tangkapan.
  • Penyediaan gudang beku bertujuan mendorong hilirisasi perikanan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan bagi daerah Kabupaten Cilacap.
  • Pemerintah daerah diharapkan menggandeng investor guna mengembangkan pelabuhan agar potensi perikanan dapat memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara optimal.

SuaraJawaTengah.id - Pelabuhan Perikanan Cilacap, Jawa Tengah diminta memperkuat penambahan fasilitas seperti cold storage (gudang beku) untuk memberikan nilai tambah bagi daerah maupun masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga mutu dan kualitas hasil tangkapan ikan sebelum dipasarkan atau didistribusikan.

"Dengan adanya fasilitas cold storage, diharapkan nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat lebih optimal dalam mengelola hasil tangkapannya,” ungkapnya.

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, sejauh ini potensi perikanan Kabupaten Cilacap belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Meski menjadi salah satu sentra perikanan di pesisir selatan Jawa, aktivitas di Pelabuhan Perikanan Cilacap hingga kini masih didominasi bongkar muat hasil tangkapan sebelum dikirim ke luar daerah untuk diolah.

"Dengan adanya cold storage, maka juga bisa mendorong adanya hilirisasi sektor perikanan. Sehingga hasil tangkapan nelayan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Fasilitas cold storage ini, jelas Kakung, dapat dimanfaatkan oleh nelayan, pelaku usaha perikanan, dan masyarakat umum dengan mekanisme pelayanan yang mudah dan transparan. Tarif penggunaan cold storage juga ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Misalnya disesuaikan dengan volume serta lama penyimpanan, termasuk perhitungan biaya listrik sesuai pemakaian," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.

Dengan cara ini, kata Kakung, maka bisa mendukung rantai pasok perikanan, terutama untuk menjaga kesegaran ikan serta menekan potensi kerugian akibat penurunan kualitas hasil tangkapan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pariwisata Berorientasi Nilai Ekonomi, Bukan Kuantitas Pengunjung

"Satu sisi, tarif pelayanan cold storage juga bisa memberikan pendapatan bagi daerah," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung tak menampik, sebagian besar kapal penangkap ikan yang beroperasi di Cilacap dimiliki pelaku usaha dari luar daerah. Akibatnya, hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna, umumnya langsung dibawa ke Jakarta setelah dibongkar di pelabuhan.

“Karena itu Pemerintah daerah juga perlu gencar mencari atau menggandeng investor untuk terus mengembangkan pelabuhan ini. Kalau pelabuhan perikanan dan industrinya berkembang, kami berharap sektor ini menjadi salah satu fondasi penting pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Cilacap,” tegasnya.

Load More