- Kantor Imigrasi Semarang mendeportasi empat warga negara China yang menjadi buronan internasional kasus penipuan daring pada 5 Agustus 2026.
- Keempat buronan tersebut terjaring dalam operasi penindakan kasus penipuan bermodus love scamming di kawasan Puri Anjasmoro, Kota Semarang, pada 4 Juni 2026.
- Tindakan deportasi ini dilakukan untuk mencegah wilayah Indonesia dijadikan sebagai tempat berlindung maupun basis operasi kejahatan lintas negara.
SuaraJawaTengah.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang mendeportasi empat warga negara atau WN China yang diketahui merupakan buronan otoritas negara asalnya.
Tindakan administratif keimigrasian itu dilakukan setelah keempatnya terjaring dalam penindakan dugaan penipuan daring bermodus love scamming di Kota Semarang.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Semarang, Haryono Susilo, mengatakan penindakan tersebut berawal dari operasi yang dilakukan pada 4 Juni 2026 di kawasan Puri Anjasmoro, Kota Semarang.
"Dari sejumlah orang yang diamankan dalam penindakan itu, terdapat empat warga negara China yang merupakan buronan pemerintah otoritas negara tersebut," kata Haryono, Rabu (5/8/2026).
Keempat warga negara China yang dideportasi masing-masing berinisial HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37).
Haryono menegaskan, langkah deportasi merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah Indonesia dijadikan tempat berlindung maupun lokasi operasi kejahatan lintas negara.
"Penanganan ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya wilayah kerja Imigrasi Semarang, tidak boleh menjadi tempat berlindung maupun basis operasi kejahatan transnasional," ujarnya.
Menurut Haryono, seluruh proses penindakan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Ia menambahkan, Imigrasi Semarang akan terus memperkuat fungsi intelijen keimigrasian, pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing, serta meningkatkan pertukaran informasi dengan aparat penegak hukum dan perwakilan negara asing guna mencegah kejahatan transnasional.
Baca Juga: BRI Blora Gandeng Imigrasi, Sinergi Dukung Layanan Perbankan yang Modern
Selain itu, masyarakat juga diimbau berperan aktif dengan melaporkan keberadaan maupun aktivitas warga negara asing yang dinilai mencurigakan melalui kanal pengaduan resmi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School