- Polda Jawa Tengah menangkap mahasiswa berinisial IAM di Kota Semarang karena menyebarkan pornografi deepfake AI.
- Pelaku memanipulasi wajah mantan kekasihnya ke media sosial akibat motif sakit hati karena putus cinta.
- Tersangka dijerat undang-undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal dua belas tahun penjara serta denda besar.
Pelaku mengambil wajah asli korban, kemudian menempelkannya pada tubuh perempuan lain yang sedang telanjang menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
"Pelaku mengedit wajah korban kemudian dipasangkan dengan badan seseorang menggunakan AI. Wajahnya asli korban, tetapi badannya badan orang lain yang sampai sekarang kami belum mengetahui identitasnya. Setelah itu diedit seolah-olah korban menampilkan konten pornografi dan disebarkan melalui platform X," jelas Yuliyanto.
Polisi memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, konten tersebut hanya disebarluaskan melalui akun media sosial milik tersangka dan tidak diperjualbelikan.
Motif Sakit Hati karena Putus Cinta
Di hadapan penyidik, IAM mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena dilatarbelakangi rasa sakit hati setelah hubungan asmara dengan korban berakhir.
Menurut polisi, hubungan keduanya memang sempat beberapa kali putus dan kembali menjalin hubungan sebelum akhirnya benar-benar berpisah.
"Pengakuannya karena hubungan mereka putus nyambung. Ada hal-hal yang menurut pelaku membuat dirinya sakit hati," ungkap Yuliyanto.
Korban yang Teridentifikasi Baru Satu Orang
Meski sempat muncul dugaan terdapat lebih dari satu korban akibat beredarnya sejumlah akun penyebar konten serupa, hingga kini polisi baru mengonfirmasi satu korban yang telah melapor secara resmi.
Baca Juga: Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
"Korban yang terkonfirmasi saat ini satu orang, yaitu pelapor," kata Yuliyanto.
Penyidik masih membuka kemungkinan adanya korban lain apabila ditemukan fakta baru dalam proses penyidikan.
Terancam 12 Tahun Penjara
Usai ditangkap, IAM langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Jawa Tengah.
Ia dijerat Pasal 51 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
"Dari pasal yang disangkakan, ancaman pidana maksimalnya 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp12 miliar," tegas Yuliyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School