- Prof Pujiyono Suwadi mengajak generasi muda mencintai kekayaan alam Indonesia dalam forum diskusi di Pati pada Kamis (6/8/2026).
- Dr Andina Elok Puri Maharani mengingatkan pentingnya menyaring informasi dan menjaga etika saat menggunakan media sosial secara bijak.
- Plt Bupati Pati Risma Ardhi Candra menyatakan Kabupaten Pati memiliki potensi besar yang siap dikembangkan oleh inovasi anak muda.
SuaraJawaTengah.id - Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia (GSI) Prof. Dr. Pujiyono Suwadi mengajak generasi muda lebih mengenal dan mencintai potensi Indonesia.
Menurutnya, kekayaan alam, budaya, hingga sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan.
Saat membuka forum diskusi di Pendopo Kabupaten Pati, Prof Pujiyono mengingatkan bahwa media sosial sering kali membuat masyarakat lebih mengenal destinasi wisata luar negeri dibandingkan keindahan yang ada di Indonesia.
"Kalau enggak tour of area, mungkin enggak akan merasakan indahnya Indonesia," kata dia saat acara Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar GSI, PT Pertamina (Persero), Pemkab Pati dan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, pada Kamis (6/8/2026).
Ia mencontohkan pengalamannya ketika berbincang dengan peserta yang pernah tinggal di Melbourne, Australia. Meski mengakui objek wisata di luar negeri memiliki daya tarik tersendiri, ia menilai banyak destinasi di Indonesia yang tidak kalah indah.
"Yang kita lihat di media sosial sering kali orang liburan ke luar negeri. Padahal Indonesia jauh lebih indah. Misalnya Twelve Apostles di Melbourne memang bagus, tetapi kalau ke Karimunjawa kita bisa menikmati pantai, menyelam, snorkeling, bahkan menikmati alam sambil membakar ikan di tepi pantai. Itulah Indonesia," ujar Prof Pujiyono.
Menurutnya, kekayaan alam tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih bangga terhadap Indonesia dan mulai mengeksplorasi potensi yang dimiliki negeri sendiri.
"Kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Siapa lagi yang akan menikmati dan menjaga kekayaan Indonesia kalau bukan kita sendiri," katanya.
Prof Pujiyono kemudian memperkenalkan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) sebagai gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Wali Santri Desak Ponpes Ndholo Kusumo Dibuka Kembali, Kemenag Tegaskan Izin Pondok Tetap Dicabut
Menurutnya, setiap perubahan selalu diawali dari rasa peduli dan kegelisahan terhadap kondisi sekitar. Namun, kegelisahan itu tidak boleh berhenti menjadi keluhan, melainkan harus mendorong lahirnya gagasan dan tindakan nyata.
"Gelisah itu adalah kata pertama sebelum perubahan terjadi. Kalau kita tidak peduli terhadap kondisi di sekitar kita, maka kita juga tidak akan terdorong untuk memperbaikinya," ujarnya.
Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, sekolah, kampus hingga daerah tempat tinggal.
Karena itu, generasi muda diajak mulai mengenali persoalan di sekitarnya dan mencari solusi sesuai kemampuan masing-masing.
"Kita tidak perlu langsung berpikir mengubah Indonesia. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan sekitar, kemudian bergerak bersama. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil," kata Prof Pujiyono.
Anak Muda Bijak di Ruang Digital
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup