Budi Arista Romadhoni
Selasa, 01 September 2026 | 19:09 WIB
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa, 1 September 2026.
Baca 10 detik
  • Wakil Gubernur Taj Yasin meresmikan renovasi UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang pada 1 September 2026.
  • Galeri pemasaran yang dikelola sejak 2019 tersebut berhasil mencatatkan peningkatan omzet tahunan dari 142 pelaku UMKM lokal.
  • Pengelola bersama Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen meningkatkan kualitas produk, sertifikasi halal, dan perluasan jaringan pemasaran.

SuaraJawaTengah.id - Keberadaan UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang tak sekadar menjadi etalase produk lokal Jawa Tengah. Galeri yang telah beroperasi selama tujuh tahun itu menunjukkan kontribusi terhadap pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan omzet yang terus meningkat.

Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat, omzet UKM Jateng Corner mencapai Rp449 juta pada 2024. Angka tersebut meningkat menjadi Rp657 juta pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, omzet yang telah dibukukan mencapai Rp439 juta.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, peningkatan omzet sekaligus bertambahnya jumlah pelaku usaha yang terlibat menunjukkan manfaat keberadaan ruang pemasaran tersebut bagi UMKM.

Karena itu, ia mendorong agar UKM Jateng Corner tidak hanya diisi pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota untuk memasarkan produknya.

“Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, perluasan keterlibatan UMKM menjadi penting agar manfaat ruang promosi tersebut dapat dirasakan lebih luas.

Saat ini, UKM Jateng Corner diisi 142 UMKM. Sebanyak 88 di antaranya merupakan UMKM bidang fashion, sedangkan 54 lainnya bergerak di sektor makanan dan minuman.

Pengembangan UKM Jateng Corner tersebut juga mendapat dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Taj Yasin menyebut, kolaborasi dengan Dekranasda menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu memperluas pasar.

Ia berharap UKM Jateng Corner ke depan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai titik promosi produk UMKM di Jawa Tengah. Ia menyebut rencana pengembangan ruang promosi UMKM di stasiun dapat dihubungkan dengan UKM Jateng Corner di bandara.

Baca Juga: Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat

Dengan demikian, pengunjung yang datang melalui berbagai pintu masuk Jawa Tengah dapat memperoleh informasi mengenai sentra dan produk UMKM di daerah lain.

Selain memperluas jaringan pemasaran, Taj Yasin juga mendorong produk yang masuk UKM Jateng Corner memiliki kualitas dan standar yang semakin baik. Salah satunya melalui penguatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk meningkatkan kualitas produknya.

“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desi Arijani mengatakan, galeri UMKM di Bandara Ahmad Yani pertama kali dibuka pada 5 Maret 2019 melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan PT Angkasa Pura I.

Setelah berjalan sekitar tujuh tahun, galeri tersebut kini menjalani renovasi sekaligus rebranding menjadi UKM Jateng Corner.

Load More