- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa NTT di Semarang pada Senin, 7 September 2026.
- Bantuan tersebut diberikan karena keluarga mahasiswa terdampak bencana gempa di daerah asal mereka yang mengalami kelumpuhan ekonomi.
- Bantuan yang disalurkan meliputi keringanan uang kuliah, biaya kos, serta 172 paket sembako senilai total 43 juta rupiah.
SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kuliah di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok.
Bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemerintah Jawa Tengah terhadap para mahasiswa yang terdampak bencana gempa di daerah asalnya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan mahasiswa NTT saat Ahmad Luthfi berkunjung ke kos mahasiswa di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin, 7 September 2026.
Dalam kunjungan itu, Ahmad Luthfi didampingi oleh Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Dirut Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah kepala dinas, dan Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang.
"Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya" ucap Luthfi saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Luthfi juga menggali kekhawatiran yang dialami oleh para mahasiswa yang kuliah di Jawa Tengah. Mulai dari kondisi perekonomian masyarakat di beberapa daerah NTT yang lumpuh, kondisi orangtua yang masih di pengungsian, hingga ada daerah yang belum dapat bantuan.
"Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi, kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama 1-3 bulan," jelasnya.
Di sela dialog tersebut, seorang mahasiswi Untag Semarang, Maria Riani Nake, sempat meneteskan air mata. Ia tidak kuat menahan tangis ketika ingat kondisi orangtua dan keluarga di rumah. Sementara ia bersama kakak dan adiknya saat ini masih harus kuliah di Semarang. Dalam situasi itu, Ahmad Luthfi pun menenangkan dan memberikan motivasi untuk tetap semangat dalam belajar.
"Saya terharu, karena sudah dianggap anak oleh Pak Gubernur Jateng," ujar Maria.
Baca Juga: Semen Gresik Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana bagi Korban Gempa di Nagekeo NTT
Mahasiswa asal Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Alfonsius Joivan Sar, menceritakan bahwa daerah tempat asalnya cukup susah diakses, bahkan bantuan dari berbagai daerah yang banyak cukup sulit untuk sampai di kampung halamannya. Saat ini keluarganya masih mengungsi di posko pengungsian karena rumahnya belum layak untuk dihuni.
Berdasarkan informasi dari kelompok mahasiswa NTT di Kota Semarang, ada 172 mahasiswa yang terdampak. Mereka berasal dari Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Maumere. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah mengingat pendataan masih terus dilakukan.
Jumlah bantuan yang diberikan melalui Jaminan Sosial berupa 172 paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS), masing-masing senilai Rp250 ribu, dengan total sekitar Rp43 juta.
"Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos," ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Armansyah.
Yuvensius Daseli, mahasiswa Untag, menambahkan bahwa berdasarkan data ada sekitar 300 mahasiswa asal NTT yang ada di Kota Semarang. Jumlah itu tersebar di seluruh perguruan tinggi. Ia menyampaikan rasa haru atas perhatian dan kepedulian dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Jujur saja, kami terharu dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur tadi. Terharu sekali Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa beliau menjadi orangtua kami di sini. Data mahasiswa yang saya rekap itu ada hampir 300 orang, itu di Semarang saja," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah