Budi Arista Romadhoni
Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah meminta pemerintah memperkuat kelembagaan pesantren untuk pembangunan bangsa.
  • Pesantren berfungsi sebagai pusat pendidikan holistik dan benteng moderasi beragama yang menjunjung tinggi toleransi.
  • Pesantren telah memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan hingga dewasa ini.

SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah untuk terus memperkuat kelembagaan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa.

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, hal ini diperlukan agar seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri.

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga kita mendorong pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan," ungkapnya.

Kakung menginginkan santri punya kesempatan dengan pelajar lainnya untuk memperluas wawasan, melanjutkan studi, bertumbuh dan berkarya dengan tetap menjalankan nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, dan semangat pengabdian yang selama ini menjadi kekuatan pesantren.

"Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.

Selama ini, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Menurut Kakung, keberadaan santri tak lepas dari keberadaan pesantren.

"Pesantren bukan hanya sekadar tempat untuk memahami ajaran agama Islam, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang holistik, mencakup aspek spiritual, moral, dan intelektual," terang Kakung.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]

Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, kata Kakung, pesantren telah lama menjadi pusat pembelajaran agama sekaligus pembinaan akhlak sosial.

“Dalam banyak kajian, pesantren diakui sebagai benteng moderasi beragama karena di dalam pesantren itu diajarkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai keseimbangan, dan juga nilai positif yang kita gaungkan dalam beberapa tahun terakhir khususnya di Kementerian Agama," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Baca Juga: Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon

Berbagai keunggulan komparatif tersebut, menurut Kakung, menjadikan pesantren sebagai sub kultur dari kultur bangsa Indonesia. Pesantren telah memberikan banyak sumbangsih bagi Indonesia. Yakni mulai zaman pra kemerdekaan, revolusi kemerdekaan hingga dewasa ini.

"Sumbangsih yang telah diberikan pesantren bagi bangsa ini sangat besar. Karena itu pesantren perlu mendapatkan perhatian, agar perannya dalam mengisi permbangunan semakin dirasakan masyarakat," tegasnya.

Load More