- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah meminta pemerintah memperkuat kelembagaan pesantren untuk pembangunan bangsa.
- Pesantren berfungsi sebagai pusat pendidikan holistik dan benteng moderasi beragama yang menjunjung tinggi toleransi.
- Pesantren telah memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia sejak zaman pra kemerdekaan hingga dewasa ini.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah untuk terus memperkuat kelembagaan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, hal ini diperlukan agar seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri.
"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga kita mendorong pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan," ungkapnya.
Kakung menginginkan santri punya kesempatan dengan pelajar lainnya untuk memperluas wawasan, melanjutkan studi, bertumbuh dan berkarya dengan tetap menjalankan nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, dan semangat pengabdian yang selama ini menjadi kekuatan pesantren.
"Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.
Selama ini, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Menurut Kakung, keberadaan santri tak lepas dari keberadaan pesantren.
"Pesantren bukan hanya sekadar tempat untuk memahami ajaran agama Islam, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang holistik, mencakup aspek spiritual, moral, dan intelektual," terang Kakung.
Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, kata Kakung, pesantren telah lama menjadi pusat pembelajaran agama sekaligus pembinaan akhlak sosial.
“Dalam banyak kajian, pesantren diakui sebagai benteng moderasi beragama karena di dalam pesantren itu diajarkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai keseimbangan, dan juga nilai positif yang kita gaungkan dalam beberapa tahun terakhir khususnya di Kementerian Agama," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon
Berbagai keunggulan komparatif tersebut, menurut Kakung, menjadikan pesantren sebagai sub kultur dari kultur bangsa Indonesia. Pesantren telah memberikan banyak sumbangsih bagi Indonesia. Yakni mulai zaman pra kemerdekaan, revolusi kemerdekaan hingga dewasa ini.
"Sumbangsih yang telah diberikan pesantren bagi bangsa ini sangat besar. Karena itu pesantren perlu mendapatkan perhatian, agar perannya dalam mengisi permbangunan semakin dirasakan masyarakat," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk
-
Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren
-
Waspada Hujan Lebat Sore hingga Malam, Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
-
Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri
-
Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir