Pesanan Semprong Membludak, Ngadiyem Banyak Tolak Pelanggan

Pemesan semprongan tidak hanya dari Solo saja. Tetapi, banyak warga dari luar Solo yang juga memesan semprongan racikannya.

Chandra Iswinarno
Senin, 03 Juni 2019 | 14:01 WIB
Pesanan Semprong Membludak, Ngadiyem Banyak Tolak Pelanggan
Kue Semprong menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Solo. [Suara.com/Ari Purnomo]

SuaraJawaTengah.id - Keanekaragaman makanan khas Solo memang tidak terbantahkan. Ada banyak jenis makanan yang bisa dibeli di Kota yang berjuluk Kota Bengawan ini. Selain Serabi Notosuman, Ampyang, dan olahan keripik, ada makanan khas yang tidak kalah enaknya, yakni semprong, atau ada juga yang menyebut semprongan.

Makanan ini terbuat dari tepung pati, dicampur dengan santan, telur, daun pandan, gula Jawa, gula pasir dan juga vanili. Seluruh bahan itu dicampur menjadi satu hingga menjadi adonan. Selanjutnya adonan dituang ke atas cetakan semprong yang sudah dipanaskan.

Setelah matang, semprong diambil dan dicetak berbentuk rol. Salah satu produsen semprongan yang cukup terkenal di Solo, Ngadiyem mengatakan, setiap mendekati Lebaran pesanan semprongan meningkat drastis. Bahkan bisa tiga kali lipat dari hari biasanya.

"Kalau hari biasa saya membuat adonan paling lima sampai enam kilogram saja. Tapi kalau mendekati Lebaran seperti ini bisa sampai 15 kilogram," terang Ngadiyem saat ditemui Suara.com di rumahnya di Kadipiro, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

Baca Juga:Intip dan Keripik Welut Jadi Oleh-oleh Paling Disukai di Solo

Bahkan saking banyaknya pemesan, perempuan 56 tahun itu, terpaksa harus menolak banyak pembeli. Menurutnya, beberapa hari sebelum Lebaran dia sudah tidak melayani pesanan. Karena, jumlah pemesan sudah sangat banyak.

"Saya sudah tidak sanggup kalau melayani semua pesanan. Jadi beberapa hari lalu pesanan sudah saya tutup. Meskipun masih saja ada yang datang untuk memesan semprongan," ujarnya.

Pemesan semprongan tidak hanya dari Solo saja. Tetapi, banyak warga dari luar Solo yang juga memesan semprongan racikannya. Seperti dari Jakarta, Madura, Bandung, Sulawesi dan berbagai daerah lainnya.

Untuk harga semprongan yang dijual Ngadiyem berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Tetapi, Ngadiyem juga siap melayani pembeli yang menginginkan citarasa lain.

"Kalau yang biasa per kilonya Rp 35 ribu. Tapi kadang ada yang rasa lain, seperti jahe atau yang lain. Kalau itu harganya beda," imbuhnya.

Baca Juga:Turis Nekat Patahkan Terumbu Karang untuk Oleh-Oleh, Jangan Ditiru!

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak