Indeks Terpopuler News Lifestyle

Bahagianya Janda Pesinden Ini Nikahi Bujang Penari Ebeg 26 Tahun Lebih Muda

Chandra Iswinarno Sabtu, 24 Agustus 2019 | 04:30 WIB

Bahagianya Janda Pesinden Ini Nikahi Bujang Penari Ebeg 26 Tahun Lebih Muda
Destoko bersama istri tercintanya di depan rumah, Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Baik Destoko maupun Rasmiyati, sama-sama mengakui dunia seni yang telah menyatukan keduanya hingga mengikat janji suci dalam pernikahan.

SuaraJawaTengah.id - Seorang pemuda asal Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Destoko mendadak tenar di jejaring media sosial, setelah dirinya menikahi janda yang usianya lebih tua 26 tahun.

Destoko merupakan pemuda 24 tahun warga Dusun Legok Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Sedangkan Rasmiati merupakan janda usia 50 tahun, warga Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Banyumas.

Destoko merupakan penari kuda lumping atau dikenal ebeg pada grup Wahyu Mugi Lestari Desa Panusupan. Sedangkan Rasmiyati merupakan pesinden wayang yang kerap tampil dalam pementasan sejumlah dalang ternama di Banyumas dan sekitarnya.

Walau beda usia hingga 26 tahun, keduanya melangsungkan pernikahan di rumah orang tua Destoko, Dusun Legok, Desa Panusupan pada Rabu (21/8/2019).

Baik Destoko maupun Rasmiyati, sama-sama mengakui dunia seni yang telah menyatukan keduanya hingga mengikat janji suci dalam pernikahan.

“Kami diperkenalkan dalam keperluan seni. Grup kuda lumping kami memerlukan sinden untuk sebuah pementasan, sekitar sebulan lalu. Kemudian dari kesepakatan grup mengundang dia, dan kebetulan termasuk saya yang datang ke rumahnya untuk mengundang,” kata Destoko, ditemui Suara.com di rumahnya, Jumat sore (23/8/2019).

Destoko mengisahkan, sebelumnya sempat ragu saat akan mengundang, karena Rasmiati merupakan pesinden wayang. Yang dia tahu dari orang-orang, Rasmiati juga biasanya selalu menolak dengan cara halus bila diminta menjadi pesinden kuda lumping.

Namun tidak disangka, saat ia yang memintanya, perempuan yang kini sudah menjadi istri sahnya itu, ternyata menyanggupi untuk nyinden dan bergabung dengan grup kuda lumpingnya.

Atas kesediaan itu, Destoko kemudian yang bertindak menjadi tukang antarjemput setiap kali Rasmiati tampil.

“Kalau dia tampil, saya suka nungguin sampai selesai, kemudian mengantarnya pulang,” kata Destoko.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait