Kisah Iin, Ibu Rumah Tangga yang Hidup Bersama Ratusan Ular di Rumahnya

Ia mengaku dahulu kemana saja pergi selalu membawa ular. Agar tidak mencolok, ia menaruhnya di tas selempang yang menyatu dengan dompet dan surat-surat lainnya.

Chandra Iswinarno
Kamis, 19 Desember 2019 | 16:50 WIB
Kisah Iin, Ibu Rumah Tangga yang Hidup Bersama Ratusan Ular di Rumahnya
Bunda Iin saat menunjukkan kecintaannya kepada ular peliharaannya di kediamannya, Jalan Kecamatan nomor 3, Kelurahan Karangpucung, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Kamis (19/12/2019). [Suara.com/Anang Firmansyah]
Salah satu kobra peliharaan Bunda Iin di rumahnya. [Suara.com/Anang Firmansyah]
Salah satu kobra peliharaan Bunda Iin di rumahnya. [Suara.com/Anang Firmansyah]

Tidak ada hal istimewa selama ia puluhan tahun hidup bersama ular, justru kenangan yang tidak bisa dilupakan terjadi pada anaknya yang saat ini berusia delapam tahun.

"Dulu Kirei (anak Indra) saat masih berusia dua tahun terlalu cinta dengan king kobra. Nangisnya baru mau berhenti ketika sudah masuk ke kandang king kobra. Kalau dimasukkan ke kandang ular lain dia masih tetap menangis, tapi tetap dalam pengawasan saya," katanya.

Saat ditanya mengenai fenomena kemunculan ular kobra yang saat ini marak di kawasan permukiman warga, Bunda Iin mengatakan kejadian itu sebenarnya hal yang wajar.

"Ya itu sebenarnya wajar saja, karena memang lagi musimnya berkembang biak. Tahun-tahun sebelumnya juga sama. Cuman entah kenapa tahun ini jadi heboh sekali," katanya.

Baca Juga:Pimpin Salat, Imam Masjid Syok Ada Ular Kobra di Balik Sajadah

Menurutnya ketika ular bertelur, sang induk akan meninggalkannya. Kemudian ketika menetas akan keluar dan mencari makan sendiri. Mungkin kebetulan saja hingga ada bibit ular yang masuk mencari makan hingga ke dalam rumah warga.

Meski bergitu, dia membagi tips kepada masyarakat yang kebetulan sekitar rumahnya ada ular, baik itu jenis kobra maupun lainnya.

"Mitos yang beredar kan ular takut sama garam. Sebenarnya itu salah dengan menabur garam di sekitar rumah, tidak akan berpengaruh apa-apa. Kalau mau mengantisipasi malah harusnya dengan menabur bubuk karbit. Karena baunya yang menyengat. Ular tidak suka bau menyengat."

Dia juga menyarankan, ketika berpapasan dengan ular sebaiknya warga tidak panik dan takut.

"Ketika menjumpai ular langkah harus diambil jangan panik. Ular akan bereaksi ketika ada gerakan mendadak. Ambil sapu atau kayu yang ada, pastikan yang diamankan dahulu adalah kepalanya. Kalau sudah dirasa membahayakan bagi orang itu dibunuh saja daripada mati konyol."

Baca Juga:Bermula dari Suara Ciap-ciap Anak Ayam, Risma Dicatuk Ular Kobra

Pun saat tergigit ular, Bunda Iin yang sudah beberapa kali terpatuk ular berbisa menyarankan agar jangan bergerak berlebihan.

"Jika sudah terlanjur digigit, jangan banyak bergerak di bagian yang terkena gigitan. Langsung bawa saja ke dokter. Kita masih punya waktu untuk bisa selamat dari bisa ular," katanya.

Kontributor : Anang Firmansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak