facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Temuan Jasad Anak di Tumpukan Sampah, Diduga Korban Pembunuhan

Chandra Iswinarno Selasa, 04 Februari 2020 | 21:50 WIB

Kronologi Temuan Jasad Anak di Tumpukan Sampah, Diduga Korban Pembunuhan
Jasad Mafruf dikuburkan. [Suara.com/Khoirul]

Mafruf sempat bertemu dengan BL (34), tetangga korban sebelum pergi ke kebun.

Namun, polisi dari awal ternyata sudah mencurigai BL, pria yang terakhir bertemu dengan korban. Lokasi penemuan korban juga berada di kebun milik keluarga BL. Apalagi, pemuda tersebut memelihara lebah madu yang menjadi bagian dari usahanya di kebun tersebut.

Kecurigaan tersebut menguat karena terduga pelaku itu mendadak pergi ke luar kota, sehari setelah korban dinyatakan hilang, Sabtu (1/2/2020). Padahal di saat yang sama, warga sibuk mencari keberadaan korban yang notabene tetangga dekatnya. Rumah korban dan BL berhadapan, hanya terpisah jalan.

"Dia sempat pergi katanya ke luar kota setelah kejadian itu," katanya.

Namun polisi tidak perlu susah payah mengejar terduga pelaku. Di hari kedatangan jenazah dari RSUD Purwokerto, BL pulang ke rumahnya. Ia bahkan ikut terlihat di area rumah korban yang mulai diramaikan pelayat.

Baca Juga: Jasad Anak Ditemukan di Tumpukan Sampah, Diduga Korban Pembunuhan

Saat itu pula, polisi segera mengamankan BL dan membawanya ke Polsek Sigaluh untuk menghindari hal-hal tak diinginkan karena kemarahan warga atau keluarga korban.

Meski sempat diinterogasi di Polsek Sigaluh, BL akhirnya dibawa ke Polres Banjarnegara untuk penanganan lebih lanjut. Kasatreskrim Polres Banjarnegara AKP Agung Setyo Budi Utomo mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini.

Terduga pelaku, saat ini telah berada di Polres Banjarnegara. Pihaknya masih memeriksa terduga pelaku dan saksi-saksi untuk mengungkap kasus itu. Termasuk mengumpulkan alat bukti. Jika alat bukti cukup, kasus itu bisa dinaikkan ke penyidikan dengan penetapan tersangka.

"Terduga masih kita didalami,"katanya

Sementara itu, Kepala Desa Prigi Rehono ikut menyayangkan terjadinya kasus ini. Ia mengatakan, Mafruf lahir dari keluarga tidak mampu. Ia anak kelima dari delapan bersaudara. Korban dan terduga pelaku adalah tetangga dekat. Keduanya terpaut usia jauh.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Akseyna Dibuka Lagi, Ayah: Semoga Ada Titik Terang

Kontributor : Khoirul

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait