Bosan Belajar Sekolah Daring, Anak-anak Desa di Banyumas Buat Wayang Klaras

Wayang tersebut berbahan dasar kain perca dan daun pohon pisang kering yang didapat di sekitar rumah warga.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 26 Agustus 2020 | 15:55 WIB
Bosan Belajar Sekolah Daring, Anak-anak Desa di Banyumas Buat Wayang Klaras
Anak-anak belajar membuat mainan tradisional wayang klaras di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/8/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

SuaraJawaTengah.id - Untuk mengusir rasa bosan saat belajar dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama 5 bulan, anak-anak di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas membuat mainan tradisional wayang klaras.

Wayang tersebut berbahan dasar kain perca dan daun pohon pisang kering yang didapat di sekitar rumah warga.

Pembuat Wayang Klaras, Nini Tarsih (64), mengatakan kegiatan tersebut sebenarnya kerap dilakukan jika anak-anak libur sekolah.

Namun karena dirinya merasa kasihan dengan metode pembelajaran saat ini, ia mengajak sekitar sepuluh anak untuk membuat wayang di kediamannya.

Baca Juga:Terus Bertambah, Anggota DPRD Banyumas Positif Covid-19 Jadi 5 Orang

"Ini wayang klaras terbuat dari daun pisang. Terus ini kan anak-anak lagi liburan jenuh, jadi saya latih membuat wayang klaras," kata Nini Tarsih warga desa setempat yang sehari-hari dikenal sebagai perajin bambu, Rabu (26/8/2020).

Nini Tarsih pentas mendongeng dengan menggunakan media wayang klaras di kediamannya, Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/8/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)
Nini Tarsih pentas mendongeng dengan menggunakan media wayang klaras di kediamannya, Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/8/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

Mainan wayang klaras ini terhitung hemat. Karena tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Namun memang butuh ketekunan dan ketelitian dalam proses pembuatan.

Tak heran, ada beberapa anak kesulitan dan meminta bantuan saat mengikat daun yang dibungkus dengan kain.

"Modalnya hanya niat saja. Tadi kita cari bersama daun pisang keringnya sebelum buat. Terus kainnya saya minta ke tetangga yang penjahit. Ya alhamdulilah anak-anak pada seneng," jelasnya.

Baca Juga:Ada SD Mau Adakan KBM Tatap Muka, Nada Bicara Bupati Banyumas Meninggi

Dalam pembuatan satu wayang klaras tersebut, dibutuhkan waktu selama 2 sampai 3 jam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini