Indeks Terpopuler News Lifestyle

Kucingnya Ditembaki, Perempuan Asal Karanganyar Laporkan Tetangga ke Polisi

Budi Arista Romadhoni Kamis, 17 September 2020 | 14:04 WIB

Kucingnya Ditembaki, Perempuan Asal Karanganyar Laporkan Tetangga ke Polisi
Ilustrasi kucing kampung (freepik)

Pelaku penganiaya kucing bisa dijerat dengan pasal 302 KUHP, tentang penganiayaan hewan dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara

SuaraJawaTengah.id - Perempuan asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Annisa melaporkan tetangganya berinisial M ke Polres Karanganyar.

Kesabaran Annisa sudah habis setelah empat kucing kesayanganya ditembaki terduga pelaku hingga menjalani operasi. Bahkan satu diantaranya tewas.

Dia menceritakan, kasus itu bermula ketika kucing miliknya bermain ke halaman rumah M, entah mengapa sebabnya terlapor menembak kucing tersebut. Usai menembak satu kucing, terlapor mengingatkan pada pemilik agar kucingnya jangan sampai lagi datang ke rumahnya. 

Belum cukup, selang berapa hari dua kucing kembali bermain di halaman rumah terlapor dan ditembak lagi. Beruntung, kucing malang itu hanya mengalami luka.

"Kucing saya sebenarnya tidak mengganggu, baik itu meninggalkan kotoran atau yang lainnya. Tapi entah kenapa tega terhadap hewan dan menembaknya," ungkap Annisa, Kamis (17/09/2020).

Kasus itu sendiri saat ini ditangani Rumah Difabel Meong. Founder rumah difabel Meong, Ning Hening menjelaskan, kasus itu bermula saat kucing W ini bermain disekitar rumah terduga yang memiliki peliharaan burung. 

Hal ini membuat terduga tidak senang. Sejurus kemudian, terduga pelaku itu tega melakukan aksi penembakan.

"Pengakuan korban ke kami, sudah empat kucingnya yang ditembak sejak setelah lebaran kemarin, dan terakhir sekitar 5 hari yang lalu. Satu diantaranya tidak tertolong," kata Hening.

"Ini yang kita sesalkan. Namanya kucing pasti seperti itu, cukup diusir saja sebenarnya," tambah dia.

Ditambahkan Hening, kasus ini baru dilaporkan kepada lembaganya karena  sebagai pemilik sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatan kucingnya. Hening mengatakan untuk biaya pengambilan pelurunya  saja bisa menyentuh angka Rp. 1 juta hingga Rp. 3 juta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait