Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sama-sama Bernama Sugiyanto, Ini Kisah Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Solo

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 16 Oktober 2020 | 09:27 WIB

Sama-sama Bernama Sugiyanto, Ini Kisah Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Solo
Babinsa Serka Sugiyanto (kiri) dan Bhabinkamtibmas Aipda Sugiyanto. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Mereka bertugas di wilayah yang sama, yaitu Kecematan Pasar Kliwon Kota Solo

SuaraJawaTengah.id - Bintara Pembina Desa atau Babinsa dan Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas Kelurahan Kauman, Pasar Kliwon, Solo, ternyata sama-sama bernama Sugiyanto.

Hal itu kerap membuat bingung masyarakat sehingga mereka memberikan panggilan berbeda. Masyarakat memanggil Pak Ndan untuk Babinsa Serka Sugiyanto dan Mas Ndan untuk Bhabinkamtibmas Aipda Sugiyanto.

Dilansir dari Solopos.com Serka Sugiyanto dan Aipda Sugiyanto menceritakan, sama-sama tidak menyangka mendapat tugas dengan lokasi yang sama.

Babinsa Kelurahan Kauman, Solo, Serka Sugiyanto menceritakan sudah lebih dari 10 tahun bertugas menjaga wilayah Kelurahan Kauman. Sedangkan Aipda Sugiyanto baru sekitar lima bulan terakhir bertugas di wilayah itu.

"Tidak menyangka juga kalau pas bertugas di Kauman ternyata rekan Babinsa juga bernama Sugiyanto. Sebelumnya tidak tahu, saat bertugas baru tahu. Justru ini dapat menjadi kekompakan bersama kami," papar Bhabinkamtibmas Aipda Sugiyanto mewakili Kapolsek Pasar Kliwon AKP Adis Dani Garta.

Aipda Sugiyanto yang akrab dengan sapaan Mas Ndan itu menceritakan sebelumnya bertugas di Satuan Sabhara Polresta Solo. Sehari-hari ia fokus pada kegiatan pengamanan dan patroli.

Namun, usai berpindah tugas, ia fokus pada pembinaan masyarakat Kauman, Solo, sebagai Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan pihak terkait lainnya. Pemetaan lapangan sudah ia lakukan begitu berpindah tugas.

Karakteristik wilayah sudah ia pahami. Ia menyebut Kauman merupakan kawasan kaum beriman atau umat muslim yang taat.

Sementara itu, Babinsa Kauman, Serka Sugiyanto, mewakili Danramil Pasar Kliwon, Solo, Kapten Cpl Warji, menceritakan sepuluh tahun lalu, beberapa kali ia menemukan beberapa penyakit masyarakat dari orang luar seperti minum minuman keras.

Namun, pemahaman teritorial Kauman sebagai lokasi ulama dan kiai membawanya mengimbau segelintir masyarakat itu untuk berhenti.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait