"Sempat ada kemarin ada yang di test karena pulang dari ponpes di Purwokerto. Warga mengarahkan untuk langsung ke Rumah Sakit karena rapidnya reaktif. Tapi setelah di swab ternyata negatif," katanya.
Untuk wilayah Desa Danaraja, menurutnya setiap ada warga yang akan pulang dari luar kota, selalu diperketat. Hal ini untuk kebaikan bersama.
"Orang mau mudik belum apa-apa sudah ramai. Jadi istilahnya jogo tonggo lah. Saling memberitahu dan mengingatkan. Setiap yang pulang harus lapor ke balai desa dulu," jelasnya.
Wilayahnya yang hanya ada 2 RW dan 6 RT juga mempermudah Kuwadi memeriksa warganya. Total warga yang bermukim di desa setempat hanya 1114. Sedangkan lansianya ada 247. Namun yang berkomorbid hanya 60 orang.
Baca Juga:Waduh! Nangkep Maling di Klaten, Dua Warga Ini Malah Ditahan
"Sebagian besar itu memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Karena saya sering langsung turun ke bawah bersama pak babinsa dan bhabinkamtibmas, jadi saya paham betul kondisi warga saya," ujarnya.
Salah satu warga yang memiliki komorbid sekaligus penerima bantuan, Edhi Ahmadi (67), mengaku dirinya memiliki riwayat penyakit mag, flu berat (alergi) lalu asam urat.
"Saya sudah menderita penyakit ini selama 7 tahun. Alhamdulillah ada program seperti ini jadi saya merasa aman," akunya.
Ia yang hidup bersama seorang anak dan istrinya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini mengingat dirinya sangat rentan terpapar Covid-19.
"Apalagi saya sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Puskesmas Banyumas. Otomatis sering cuci tangan dan mandi setelah pulang ke rumah," ujarnya.
Baca Juga:Waduh! Klaster Baru di Solo, 16 Pegawai Kantor Finance Terpapar Covid-19
Di Kabupaten Banyumas sendiri hingga saat ini terdapat total kasus 704 terkonfirmasi positif. 163 diantaranya dirawat di rumah sakit, 58 isolasi mandiri dan sembuh sebanyak 464 warga. Sedangkan angka kematian sebesar 3 persen atau 19 orang.