Duh! Karena Sakit, Pendaki Ini Tinggalkan Temennya di Gunung Slamet

Pendaki tersebut sakit, dan ditinggal oleh 6 rekannya di jalur pendakian gunung slamet

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 03 November 2020 | 11:02 WIB
Duh! Karena Sakit, Pendaki Ini Tinggalkan Temennya di Gunung Slamet
Tim SAR mengevakuasi pendaki yang mengalami drop fisik dengan tandu di jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (31/11/2020).[Dokumentasi Posko Bambangan]

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (31/10/2020) lalu. Para rombongan tersebut merupakan pendaki umum. Bukan dari mahasiswa pecinta alam.

"Kronologi pendaki tersebut ada tujuh orang dan satu perempuan. Pendaki ini terpisah menjadi dua rombongan, yang satu camp di pos 3 sejumlah empat orang dan pos 2 ada tiga orang termasuk korban," katanya saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Korban mengalami drop fisik dan lemah sehingga tidak bisa melanjutkan perjalan. Teman korban menitipkan agar melapor ke basecamp kepada pedagang dan pendaki lain karena kebetulan saat itu sedang rampai pendakian.

"Saya mendapat laporan jam 17.30 WIB. Kemudian kita memberangkatkan tim pukul 18.30 WIB karena harus dicek dahulu informasi tersebut. Setelah dijemput tim kami sampai ke Basecamp lagi pukul 23.30 WIB. Karena pada saat kejadian hujan jalur licin, jadi agak pelan turunnya," jelasnya.

Baca Juga:Satu Staf Positif Covid-19, KPU Purbalingga: Tahapan Pilkada Harus Berjalan

Setelah turun ke Bascamp, Saiful meminta keterangan kepada teman-teman korban. menurut Saiful alasan para pendaki tersebut merasa nyaman karena temannya sudah dievakuasi.

Padahal dalam tata tertib yang sudah diberikan kepada setiap pendaki, tertulis dilarang meninggalkan rekan pendakian dalam keadaan apapun.

"Korban ini tidak mendapat perawatan medis, di Bascamp hanya dikasih perawatan biasa. Tapi kami sangat sayangkan kepada rombongan pendaki yang semuanya tetap melanjutkan perjalanan. Harusnya ada teman korban yang menemani turun," terangnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, ia langsung memberikan sanksi sosial kepada rombongan ini. Begitu sampai di bascamp mereka diberikan arahan secara verbal di depan pendaki lainnya.

"Memang tidak kita berikan sanksi blacklist. Hanya saja kita bina di hadapan pendaki lainnya biar agar dan tidak mengulang kejadian serupa. Karena akan berbahaya jika kondisi korban parah dan tidak seperti ini. Untung saja temannya membaik saat diberikan perawatan di basecamp," pungkasnya.

Baca Juga:Libur Panjang, Pendaki Gunung Serbu Gunung Bawakaraeng

Kontributor : Anang Firmansyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini