BKB Diminta Libatkan Komunitas Lestarikan Budaya Borobudur

Bersama masyarakat dan komunitas seni pelestarian budaya Borobudur dapat dilakukan bersama-sama

Budi Arista Romadhoni
Senin, 30 November 2020 | 16:14 WIB
BKB Diminta Libatkan Komunitas Lestarikan Budaya Borobudur
Sejumlah pekerja menutup stupa menggunakan terpaulin di kompleks candi Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (11/11/2020). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin]

SuaraJawaTengah.id - Balai Konservasi Borobudur (BKB) diminta lebih luas melibatkan komunitas dan masyarakat dalam upaya melestarikan budaya Candi Borobudur.

Hal itu diungkapkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid dalam sambutan ulang tahun BKB ke-29, Senin (30/11/2020).

Menurut Hilmar Farid, bersama masyarakat dan komunitas seni pelestarian budaya Borobudur dapat dilakukan bersama-sama.

“Bisa gotong royong memastikan pelestarian cagara budaya di Borobudur terus berlangsung dengan baik,” kata Hilmar Farid.

Baca Juga:Perkuat Program Jogo Tonggo, Wali Kota Magelang Bagikan 182 Paket Sembako

Dia mencontohkan, festival kesenian rakyat “Ruwat Rawat Borobudur” yang mampu melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian cagar budaya Borobudur.

Hilmar terkesan dengan penyelenggaraan festival rakyat “Ruwat Rawat Borobudur” yang menunjukan komitmen masyarakat ikut melestarikan budaya Borobudur.  

“Ini adalah upaya yang berangkat dari bawah, dari komunitas. Sudah berlangsung selama 17 tahun, itu waktu yang tidak sebentar. Menunjukan komitmen serta kesungguhan peserta selama ini.”

Hilmar Farid berharap, festival yang digagas Sanggar Warung Info Jagad Cleguk pimpinan Sucoro, bisa terus berlangsung dengan melibatkan lebih banyak kalangan serta kelompok seni lainnya.

Pada perayaan ulang tahun BKB yang diadakan secara virtual ini, juga diumumkan juara lomba “Kampanye Pelestarian Borobudur di Mata Anak Muda”.

Baca Juga:Cegah Covid-19, Satpol PP Diminta Gelar Operasi Yustisi di Perkantoran

Ratusan peserta dalam rentang umur 15-35 tahun mengikuti 4 jenis lomba bertema Borobudur, yaitu design poster, design motif batik, karya tulis ilmiah, dan storytelling.

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati menjelaskan, lomba ini bertujuan menarik minat anak muda untuk terlibat dalam upaya pelestarian cagar budaya.

“Kegiatan pelestarian budaya saat ini dikedepankan untuk melibatkan anak muda melalui program kampanye. Untuk membangun rasa cinta kepada Borobudur dan cagar budaya di Indonesia,” kata Wiwit.

Kegiatan kampanye juga dibarengi ketersediaan informasi yang cukup bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dalam tentang Borobudur.

Agar masyarakat lebih mudah mengakses data seputar Borobudur, BKB meluncurkan Sistem Informasi Kawasan (Sikawa) dan Sistem Informasi Data Teknis (Sidatek).

Sikawa menyimpan informasi mengenai tata guna lahan, sebaran komunitas budaya, dan potensi ekonomi di kawasan sekitar Candi Borobudur. Data ini dapat digunakan pemangku kebijakan untuk menyusun kebijakan strategis pembangunan kawasan candi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak