Dalam upaya menjaga keindahan kawasan pedestrian tersebut, para pedagang yang akan kembali berjualan juga akan menyeragamkan warna dan jenis tenda.
"Sudah dibangun dengan dana miliaran, tentunya kami juga harus menyesuaikan diri. Apalagi tujuannya juga untuk menjadi daya tarik masyarakat agar mau berkunjung dan diharapkan juga bertransaksi sehingga bisa menghidupkan roda perekonomian PKL setempat," kata Mundloha.
Kudus City Walk yang membentang dari pojok Alun-alun Kudus hingga jembatan Sungai Gelis di Jalan Sunan Kudus dibangun menggunakan dana hingga Rp14,32 miliar.
Proses pembangunan area pedestrian sepanjang 562 meter itu rampung pada tanggal 19 Desember 2020. Kawasan yang kini penuh hiasan lampu warna-warni dan pepohonan tabebuya tersebut selain menarik kedatangan warga kota juga menarik wisatawan dari luar daerah.
Baca Juga:Menara Sutet Roboh di Unggaran Jawa Tengah
Posko Pemantau
Kudus City Walk diperkirakan terus menarik kedatangan warga dan wisatawan. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk memastikan pengunjung disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kudus akan menyiapkan posko untuk memantau penerapan protokol kesehatan. "Posko pemantauan tersebut akan melibatkan personel dari Satpol PP, Dishub, polisi, dan TNI," kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus Hartopo.
Ia mengatakan bahwa nantinya akan ada petugas yang mengawasi kepatuhan pengunjung kawasan pedestrian dalam menjalankan protokol kesehatan.
Petugas pemerintah, ia melanjutkan, juga akan menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, sampai menjaga jarak.
Baca Juga:Hati-hati! Intelijen Bakal Disebar Saat Malam Tahun Baru
Hartopo juga sudah menginstruksikan aparat pemerintah untuk mengawasi area pedagang serta memastikan tidak ada warga yang berkerumun dan tidak mematuhi protokol kesehatan saat berada di kawasan pedestrian.