Awas! Kelompok Teroris JI Masih Ada, Rekrutmen Dibiayai 6.000 Anggota Aktif

Dari tempat pelatihan yang ditemukan sudah menghasilkan tujuh angkatan yang terdiri dari 96 orang, sebanyak 66 orang berangkat ke Suriah untuk menjadi kombatan

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 29 Desember 2020 | 12:34 WIB
Awas! Kelompok Teroris JI Masih Ada, Rekrutmen Dibiayai 6.000 Anggota Aktif
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

"Kalau orang agamanya mendalam, dia hadir dengan wajah yang ramah, penuh senyum," kata Ali Ramdhani.

Ali Ramdhani mengatakan perekrutan bisa jadi terjadi pada pesantren-pesantren tanpa izin.

Maka itu, Ali Ramdhani meminta kerja sama semua pihak untuk mengawasi kegiatan keagamaan di luar kebiasaan dan yang mengajarkan kebencian.

Senada dengan itu, Direktur Pendidikan Dhiniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghofur mengatakan pesantren yang diincar bukan pesantren yang memiliki relasi dengan kemenag.

Baca Juga:Mabes Polri: Ada 12 Lokasi Jateng Tempat Latihan Militer Teroris JI

"Saya boleh memastikan bahwa pesantren yang diincar pasti bukan pesantren yang memiliki relasi dengan Kemenag dan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah.

"Kita punya program moderasi beragama. Kita juga monitor kurikulum dan referensi yang digunakan pesantren," kata Waryono.  November lalu, sejumlah anggota JI ditangkap di Lampung, sementara petinggi kelompok itu Para Wijayanto, ditangkap tahun lalu.

Apa yang membuat sejumlah orang tertarik pada JI?

Peneliti Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengatakan sejumlah orang tertarik pada visi yang diusung JI untuk mendirikan negara Islam.

"JI terkenal sebagai organisai yang bisa lihat 25 tahun ke depan, tidak ada organisasi yang punya visi seperti itu kecuali JI."

Baca Juga:Vila Tempat Teroris Berlatih Menembah di Semarang Ternyata Angker

 "Saya pikir ini menarik orang-orang yang direkrut," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini