Mereka membela Mensos Risma dengan menyebut bahwa blusukan sudah menjadi ciri khas Risma dalam bekerja melayani rakyat Surabaya.
Salah satu warganet bahkan menyebut pihak-pihak yang menyentil Risma haus sensasi dan dukungan.
"Njenengan sehat om? Lah itu gaya si mbo 10 tahun di surabaya. Bukan cuma duduk di belakang meja. Sudah kebiasaan tangan kotor baju kotor ngurusi warga. Bukan mulut kotor. Makin hari kok makin banyak yang kurang beras jadi gadai integritas demi sesuap sensasi dan dukungan," tulis warganet dengan akun @bud**ur**1.
"Kenapa anda yang sewot anda juga sering blusukan waktu itu ke pelabuhan dll. Masyarakat juga muak dengan ocehan basi anda," tulis warganet dengan akun @Ded***uji.
Baca Juga:Dianggap Sinetron, Roy Suryo Sindir Risma Menteri Pansos
Meskipun begitu, tak semua warganet yang berkomentar memberikan pembelaan pada Mensos Risma dan aksi blusukannya.
Beberapa menilai, aksi blusukan bisa tetap dikerjakan tanpa dokumentasi video maupun foto yang dapat menimbulkan kesan pencitraan.
Mereka juga menyebut kebijakan yang baik akan jauh lebih berpengaruh mensejahterakan banyak warga dibandingkan dengan aksi blusukan.
"Bu Risma tentu kapasitasnya jauh lebih besar dari itu. Kemampuannya lebih hebat dan cakupan wilayah kerjanya lebih luas. Kalau memang mau pemetaan masalah dll ndak usah banci kamera. Bawa-bawa media, rilis berita dll untuk sesuatu yang bukan substansi pekerjaan," tulis akun @sab*th*****wa.
"Punya otoritas dan kemampuan untuk membuat kebijakan yang dapat merubah nasib dan hajat hidup orang banyak, eh malah sibuk urusin tunawisma dadakan. Padahal kebijakannya bisa membuat seluruh tunawisma di Indonesia hidup lebih layak dan sejahtera," tulis akun @aa_Q***
Baca Juga:Kritik Blusukan Risma, Rizal Ramli: Jangan Terlalu Lebay