alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vaksinasi Nakes di Jateng Sudah 13,2 Persen, 825 Orang Gagal Disuntik

Budi Arista Romadhoni Rabu, 20 Januari 2021 | 14:21 WIB

Vaksinasi Nakes di Jateng Sudah 13,2 Persen, 825 Orang Gagal Disuntik
Ilustrasi vaksinasi untuk nakes. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Proses vaksinasi di Jateng sudah mencapai13,2 persen dari total kurang lebih 30 ribu Nakes yang menerima vaksin sinovac di Semarang dan Solo

SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi di Jawa Tengah dimulai sejak 14 Januari 2021 lalu. Hingga sekarang, 4.415 tenaga kesehatan (Nakes) sudah menerima vaksin Covid-19 tahap pertama. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, proses vaksinasi di Jateng  sudah mencapai 13,2 persen dari total kurang lebih 30 ribu Nakes yang menerima vaksin sinovac. 

Ganjar menyebut, total 4.415 Nakes tersebut dari 3 daerah yakni Kota dan Kabupaten Semarang serta Kota Surakarta.

“Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 (Nakes) jadi kurang lebih 11,8 persen, Kabupaten Semarang 655 (Nakes) sekitar 16 persen, lalu Kota Surakarta 1.541 ini 15 persen, sehingga rata-rata kita sudah 13,2 persen. Total yang sudah divaksin 4.415 itu data terakhir sampai dengan jam 14.00 kemarin,” kata Ganjar Rabu (20/1/2021). 

Baca Juga: Jumlah Nakes Minim Jadi Alasan Pemkot Balikpapan Belum Dirikan RS Darurat

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan, dari total 4 ribuan Nakes yang menerima vaksinasi tersebut sempat mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beragam. Ada yang pingsan, mata memerah dan bengkak, gatal pada area suntik, lengan pegal hingga mual dan muntah.

“Ada yang nyeri lengan mual muntah dan semrepet. Trus kemudian ada yang berdebar, ngantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini (KIPI-nya) tidak ada yang berlanjut,” ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga menjelaskan bahwa hingga tanggal 19 Januari kemarin, ada total 540 Nakes yang harus ditunda vaksinnya karena memiliki komorbid dan 285 Nakes yang tidak hadir.

“Ini kemarin sudah dicek yang tidak hadir karena lagi ada tugas, terus rumit data input, trus kita hari ini rapat membuat terobosan itu,” tandas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, hasil pengecekan pihaknya hingga hari ini, para Nakes yang harus ditunda dan komorbid tersebut karena berhalangan seperti ada tugas atau sedang menjalani program kehamilan.

Baca Juga: Satgas Bakal Tes Swab Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Probolinggo

“Komorbid paling tinggi Hipertensi. Lalu kemudian yang tidak hadir itu kita pastikan karena mereka sedang bertugas dan tidak ada yang declare menolak untuk divaksin,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait