alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jadi Korban Malapraktik dan Dicovidkan, RS di Semarang Dilaporkan ke Polisi

Budi Arista Romadhoni Kamis, 28 Januari 2021 | 08:41 WIB

Jadi Korban Malapraktik dan Dicovidkan, RS di Semarang Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Keluarga menduga anaknya telah di-COVID-kan untuk memperoleh anggaran dari Kementerian Kesehatan.

SuaraJawaTengah.id - Merasakan dicurangi oleh rumah sakit, keluarga pasien di Semarang melapor ke pihak Polisi. Hal itu karena diduga terjadi malapraktik dan diduga pasien dipaksa mengakui kalau positif Covid-19. 

Ia adalah Samuel Reven (26) pasien Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang meninggal dunia RS Telogorejo Semarang. Keluarga menduga samuel telah di-COVID-kan untuk memperoleh anggaran dari Kementerian Kesehatan.

Erni Marsaulina, ibu Samuel Reven, menyebutkan dugaan itu terungkap saat korban menjalani proses perawatan di rumah sakit tersebut. Ia menjelaskan saat masuk ke RS Telogorejo, putra sulungnya itu sempat harus menunggu beberapa jam sebelum mendapat kamar.

Saat menunggu itu, kata dia, petugas rumah sakit datang dengan membawa sebuah formulir yang harus diisi jika ingin segera memperoleh kamar.

Baca Juga: Lapar dan Ngantuk Usai Disuntik Vaksin, Ganjar Pranowo Diskakmat Anak SD

"Sempat ditawari form yang isinya seluruh biaya perawatan akan dibayari oleh Kemenkes," kata Erni dilansir dari ANTARA Rabu (27/1/2021).

Keluarga dan kuasa hukum Samuel Reven, pasien RS Telogorejo Semarang yang diduga meninggal akibat malapraktik menunjukkan foto dan bukti lapor ke Polda Jateng di Semarang, Rabu (27/1/2021). (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Keluarga dan kuasa hukum Samuel Reven, pasien RS Telogorejo Semarang yang diduga meninggal akibat malapraktik menunjukkan foto dan bukti lapor ke Polda Jateng di Semarang, Rabu (27/1/2021). (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Tawaran itu, lanjut dia, sempat ditolak karena keluarga ingin membayar biaya perawatan secara mandiri. Namun, menurut dia, formulir itu akhirnya ditandatangani agar Samuel bisa segera bisa mendapat kamar.

Ia menuturkan Samuel akhirnya ditempatkan di kamar isolasi karena pada pemeriksaan tes cepat COVID-19 hasilnya reaktif.

Selama empat hari dirawat di ruang isolasi hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia, kata dia, Samuel dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan dua kali tes usap serta foto toraks paru-paru.

Bahkan, Samuel yang dimakamkan di Jakarta itu tidak melalui protokol COVID-19 saat pemakaman.

Baca Juga: Komentari Isu Viral, Ketua DPRD: Apapun Penyakitnya, Pasti di-Covid-kan

Setelah mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan pemulangan jenazah, keluarga kemudian mengurus biaya perawatan ke rumah sakit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait