alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir di Ruas Jalan Kemangkon Purbalingga, Bukan Karena Proyek Bandara JBS

Budi Arista Romadhoni Selasa, 02 Februari 2021 | 16:52 WIB

Banjir di Ruas Jalan Kemangkon Purbalingga, Bukan Karena Proyek Bandara JBS
Peta pengendalian air di Proyek Bandara Jenderal Besar Sudirman (JBS) [Dok PT Angkasa Pura II]

Bukan disebabkan proyek bandara, tapi karena dimensi gorong-gorong atau saluran pembuangan di tepi jalan milik desa yang terlalu kecil, ujar Kepala BPBD Purbalingga

SuaraJawaTengah.id - Limpasan air yang sempat melanda ruas jalan Kemangkon – Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, pada Rabu (27/1/2021). Peristiwa itu bukan akibat dari proyek pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Wirasaba.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, M Umar Fauzi melalui keterangan tertulis kepada SuaraJawaTengah.id pada Selasa (2/2/2021).

“Bukan disebabkan proyek bandara, tapi karena dimensi gorong-gorong atau saluran pembuangan di tepi jalan milik desa yang terlalu kecil,” katanya.

M Umar menjelaskan, saluran pembuangan dari bandara sudah cukup besar dengan lebar kurang lebih 3 meter dan kedalaman 2 meter. Akan tetapi saluran penerus yang ada di luar bandara terlalu kecil hanya lebar 1 meter dengan kedalaman 1 meter.

Baca Juga: Waduh! Petugas TPS di Purbalingga Positif Covid-19

“Tentu saluran yang ada di luar bandara tidak mampu menampung dan mengalirkan ke pembuangan, akibatnya air meluap ke jalan. Terlebih saat kejadian luapan itu juga tengah terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari 2 jam,” katanya.

Umar menyebut perlu adanya penanganan permanen meskipun luapan tersebut tidak rutin terjadi. Salah satunya dengan membuat gorong-gorong atau drainase dengan ukuran yang lebih memadai.

"Sehingga mampu mengimbangi dan mengalirkan dengan baik pembuangan dari bandara," ujar Umar.

Sementara itu, Manager Project Implementation Unit Pembangunan Bandara JB Soedirman, Catur Sudarmono menjelaskan sumber limpasan air hujan yang terpusat di lokasi tersebut bermula dari area lahan persawahan sebelah kanan dan kiri jalan masuk bandara.

Selain itu juga air yang masuk dari drainase jalan masuk dan saluran bandara (sekeliling runway). Seluruh air tersebut masuk ke pond (kolam) bandara, baik pond utara maupun selatan sebagai pengendali banjir.

Baca Juga: Paslon Tiwi-Dono Klaim Kemenangan 56,02 Persen di Pilkada Purbalingga

“Saluran drainase di jalan cor atau rigid airnya semua mengalir ke arah bandara maka menambah debit air di bandara sendiri,” kata Catur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait