alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Enam Bulan Mati, Api Abadi Mrapen akan Dihidupkan Ganjar Pranowo

Budi Arista Romadhoni Senin, 19 April 2021 | 17:45 WIB

Enam Bulan Mati, Api Abadi Mrapen akan Dihidupkan Ganjar Pranowo
Sudah enam bulan api abadi mrapen mati, besok pagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan mencoba menghidupkannya. [Dok Pemprov Jateng]

Api Abadi Mrapen sempat membuat geger, hingga akhirnya akan dihidupkan kembali oleh Gubernu Jateng Ganjar Pranowo

SuaraJawaTengah.id - Api Abadi Mrapen menggegerkan masyarakat karena berhenti menyala sejak September 2020 lalu. Setelah enam bulan mati, api akan coba dihidupkan lagi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Selasa (20/4/2021).

Sebelumnya, Ganjar telah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah menangani persoalan padamnya api di Objek Wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Ganjar meminta pencarian sumber gas api abadi mrapen agar selanjutnya bisa dinyalakan lagi.

Upaya ESDM rupanya membuahkan hasil, dan besok pagi Ganjar akan mencoba menghidupkan kembali api yang konon ditemukan sejak zaman Sunan Kalijaga itu.

Baca Juga: Sering Kirim Bantuan ke Luar Dearah, Ganjar Sebut Stok Logistik Aman

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah untuk menyalakan api di Mrapen. “Kami secara teknis, berupaya keras dari bulan Februari, Maret, April. Atas petunjuk dan dukungan kuat dari bapak Gubernur (Ganjar Pranowo),” kata Sujarwanto di kantornya di Madukoro, Semarang, Senin (19/4/2021).

Dinas ESDM Jateng di antaranya melakukan upaya teknis mencari cebakan gas dan pola distribusi (aliran) gas, volume gasnya yang dapat ditemukan melalui pendugaan di bawah permukaan.

Selain juga melalui pemetaan geologi permukaan,dan pengukuran geolistrik tiga dimensi ke bawah yang bertujuan untuk meyakini sekali lagi adanya sumber reservoir, yang menjebakkan gas di bawah permukaan tanah. Reservoir adalah tempat menyimpan barang-barang cadangan seperti air dan bahan bakar gas.

“Akhirnya kita meyakini cebakan gas dan pola distribusi (aliran) gas. Dari proses itu lalu kita melakukan pemboran yang pemborannya bersifat ekplorasi,” jelasnya.

Ada dua titik yang dilakukan pemboran dengan kedalaman masing-masing 40 meter, hingga akhirnya terjadi semburan gas dan air (blow out). Namun setelah ditangani, tekanan gas melemah. Pihaknya juga melakukan pembersihan dan pengeboran yang lebih dalam hingga pada kedalaman 42 meter.

Baca Juga: Rajungan Jateng Jadi Favorit di Amerika Serikat, Begini Reaksi Ganjar

“Akhirnya pada meter 42 meter, tekanan kuat dan kemudian kita bersihkan sumurnya. Kita orientasikan aliran fluida-nya yang kemudian dikuti oleh aliran gas,” sambungnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait