Demi Memondokan Anak ke Pesantren, Tuna Daksa di Kota Tegal Ini Jualan Gas

Memiliki kekurangan fisik atau sering disebut tuna daksa tidak menyurutkan warga kota tegal ini untuk mencari nafkah buat keluarga

Budi Arista Romadhoni
Senin, 03 Mei 2021 | 15:35 WIB
Demi Memondokan Anak ke Pesantren, Tuna Daksa di Kota Tegal Ini Jualan Gas
Achmad Arif Budiono saat akan mengantarkan gas kepada para pelanggan, Senin (3/5/2021). (Ayosemarang/Lilisnawati)

"Waktu itu saya menolak diamputasi. Selama tiga tahun saya hanya di tempat tidur, pita suara sudah hilang, badan kaku. Baru kemudian saya punya semangat lagi dan akhirnya mau diamputasi," ucapnya.

Semangat pantang menyerahkan pun kembali menggebu. Di tahun 2002, ia mendapat tawaran pekerjaan sebagai penjaga toko grosir makanan ringan di Pasar Karangdawa milik saudaranya.

Lima tahun kemudian, tepatnya di tahun 2007, ia mencari pekerjaan tambahan dengan berjualan gas keliling.

Baru kemudian di tahun 2012, ia mendapat tawaran sebagai guru T4 di SMP Ihsaniyah dan tak lama kemudian ada tawaran laginsebagai guru ngaji di Madrasah Al Bayan, Kota Tegal.

Baca Juga:Awas! Pemudik Masuk Kota Tegal Bakal Dites Swab

"Pagi ngajar T4, pulang ngajar saya antar gas ke pelanggan, siang pukul 14.00 sampai 16.00 WIB saya ngajar ngaji di Madrasah Al Bayan, kemudian lanjut kirim gas lagi," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini