alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Dianggap Remeh, Ini Efek Jangka Panjang Kurang Tidur

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:46 WIB

Jangan Dianggap Remeh, Ini Efek Jangka Panjang Kurang Tidur
Ilustras: Begadang, kerja lembur, shift malam. (Shutterstock)

Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh cepat kelelahan.

SuaraJawaTengah.id - Masalah kurang tidur tidak hanya membuat Anda merasa lebih cepat lelah. Ada berbagai efek negatif lain yang perlu diwaspadai dari pola tidur yang tidak sehat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Dalam studi baru, peneliti pun sudah menyelidiki efek kurang tidur pada kemampuan peserta untuk fokus.

Dilansir dari Medical Xpress, dalam kolaborasi dengan para peneliti di University of Sydney di Australia, peneliti menilai 23 orang dengan insomnia kronis dan 23 orang tanpa kesulitan tidur (kontrol). Mereka tinggal di laboratorium tidur semalaman dan peneliti memberi mereka tes perhatian di malam hari.

"Kami meminta peserta untuk fokus pada lingkaran huruf di tengah layar komputer. Mereka mesti menggapai surat target (X atau N) secepat dan seakurat mungkin sambil mengabaikan huruf mengganggu yang muncul di luar lingkaran," ungkap David James Robertson, Dosen Psikologi dari University of Strathclyde yang juga penulis penelitian pada The Conversation.

Baca Juga: Awas! Kurang Tidur Pengaruhi Kualitas Hubungan Seks

"Mereka yang menderita insomnia merasa lebih susah fokus pada tugas dan mengabaikan gangguan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidur nyenyak," kata dia kemudian.

Ilustrasi tidur. (shutterstock)

Peneliti juga menilai apakah kurangnya fokus pada penderita insomnia mungkin disebabkan oleh penurunan efektivitas mekanisme perhatian.

Robertson mengatakan, "Untuk menguji ini, kami menggunakan tugas perhatian mapan di mana kami memanipulasi seberapa menantang tugas itu."

Penelitian telah menunjukkan bahwa saat fokus pada tugas yang gampang, otak secara otomatis akan memproses gangguan. Namun, berbeda ketika berfokus pada tugas yang sulit, semua kekuatan otak dipakai oleh tugas yang ada dan gangguan tersebut dihilangkan dari kesadaran kita.

"Kami menemukan mekanisme perhatian tampaknya bekerja sebagaimana mestinya pada mereka yang menderita insomnia. Tapi, orang-orang dengan kondisi itu menunjukkan tingkat gangguan perhatian dasar yang lebih tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Awas, Kebanyakan atau Kurang Tidur Berbahaya bagi Kesehatan Jantung

Peneliti lalu menekankan bahwa ada kemungkinan kurang tidur bisa mengurangi kemampuan otak untuk memutuskan dengan benar rangsangan mana harus diperhatikan. Penting juga untuk dicatat bahwa gangguan pada proses kognitif frontal bisa membuat tugas-tugas monoton seperti mengemudi di rute yang familiar menjadi lebih susah dan membahayakan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait