alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kecanduan Game Online Mobile Legend, Anak di Banyumas Meninggal Dunia

Budi Arista Romadhoni Rabu, 26 Mei 2021 | 18:05 WIB

Kecanduan Game Online Mobile Legend, Anak di Banyumas Meninggal Dunia
Ilustrasi anak sakit jiwa kecanduan game online. Di banyumas, seorang anak meninggal dunia karena kecanduan game online (Suara.com/Ema)

Anak di Banyumas itu kecanduan main game online Mobile Legend, Free Fire dan PUBG sampai tidak mengenali dirinya sendiri karena larut dalam karakter game

Tim medis rencananya akan melakukan CT scan untuk memastikan diagnosis tersebut. Pasien juga telah diberi obat-obatan sesuai dengan diagnosis tim medis.

"Jadi anak tersebut diprogram dengan CT scan dengan obat-obatan yang sudah dijalankan. Tetapi dalam kasus ini pasien tidak jadi dilakukan CT scan karena penolakan CT scan dan meninggalnya di rumah karena menolak tindakan untuk penegakkan diagnosis," paparnya.

Dalam dunia medis, menurut dr Rudi secara umum ada kemungkinan gangguan muncul akibat aktivitas bermain game secara berlebihan.

Anak di Banyumas dikabarkan meninggal dunia karena kecanduan game online. [Istimewa]
Anak di Banyumas dikabarkan meninggal dunia karena kecanduan game online. [Istimewa]

Gangguan itu didefinisikan dalam revisi ke-11 dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11), yaitu sebagai pola perilaku bermain game yang ditandai dengan gangguan kontrol atas game.

Baca Juga: Duh, Lima Desa di Kabupaten Banyumas Masuk Zona Merah

"Gangguan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif pada pola perilaku, kerusakan signifikan dalam bidang fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau penting lainnya dan biasanya akan terbukti setidaknya selama 12 bulan," lanjutnya.

Adanya informasi seorang anak yang meninggal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kemranjen, AKP Supardi. Mendapati informasi dari pihak keluarga, anak tersebut memang kerap kali bermain game hingga tidak bisa berkomunikasi. 

"Itu kan anak senang main game terus sarafnya kena, terus dibawa ke Rumah Sakit karena nggak bisa ngomong. Lalu dibawa pulang lagi ke rumah dan meninggal di rumah. Tidak ada hubungannya dengan polisi karena tidak ada kejahatan jadi tidak ada laporan," katanya.

Anak tersebut, diketahui meninggal pada hari Selasa (25/5/2021) kemarin. Informasi yang diterima dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kemranjen, anak tersebut merupakan warga Desa Pagelarang, Kecamatan Kemranjen.

"Bhabin kita punya datanya. Rumahnya Grumbul Posangit, Desa Pageralang. Pemakaman sudah sudah dilaksanakan di Desa Sibalung kemarin," tandasnya. 

Baca Juga: Durhaka, Cucu Nyaris Aniaya Nenek Gegara Tak Diberi Uang Main Game Online

Kontributor : Anang Firmansyah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait