alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kritik Ganjar Pranowo Soal Program Vaksinasi, DPRD: Gubernur Jangan Seperti Rambo

Budi Arista Romadhoni Kamis, 10 Juni 2021 | 13:15 WIB

Kritik Ganjar Pranowo Soal Program Vaksinasi, DPRD: Gubernur Jangan Seperti Rambo
Ketika Satpol PP Kota Semarang bubarkan warga yang berkurumun di depan kantor Gubernur Jateng. [Suara.com/Dadi Yusuf]

Ribuan masyarakat mengantre tak teratur di Kantor Gubernur Jateng untuk bisa vaksinasi, hal itu rawan memunculkan klaster baru Covid-19

SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi yang digelar di kompleks kantor gubernur Jateng, Gedung Gradhika, Rabu (9/6/2021) memicu kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan. Ribuan masyarakat mengantre tak teratur, sehingga rawan memunculkan klaster baru Covid-19.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Deny Septiviant sangat menyesalkan kejadian tersebut. Meski vaksinasi yang digelar di Kantor Gubernur Jateng memiliki tujuan bagus, butuh kematangan dan kecermatan sebelum menjalankan kegiatan.

“Harus dilakukan evaluasi. Dihentikan dulu untuk sementara, untuk kemudian dilakukan perencanaan yang matang, dan saling sinergi dengan kabupaten/kota. Jangan terkesan, dan memang terlihat ingin beraksi sendirian seperti Film Rambo,” ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Menurut Deny, seharusnya gubernur bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota atas kegiatan vaksinasi tersebut. Kegiatan bisa digelar di masing-masing kabupaten/kota dengan stok vaksin yang dimiliki provinsi.

Baca Juga: Genjot Vaksinasi di Bantul, Agus Minta Warga Tak Perlu Takut dengan Vaksin AstraZeneca

“Jangan terpusat di kota Semarang saja. Ada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini. Apalagi katanya vaksinasi itu sedianya diprioritaskan bagi masyarakat lansia, dengan umur di atas 50 tahun. Prioritas ini yang harus menjadi perhatian gubernur,” katanya.

Deny membeberkan, masyarakat lansia dengan usia tersebut banyak ditemukan di desa-desa. Deny juga yakin, gubernur Ganjar Pranowo tahu di mana banyak lansia berada. Semua tingkatan pemerintahan juga memiliki data sebaran lansia.

“Kalau ada koordinasi dengan kabupaten/kota, maka vaksinasi bisa dilakukan dengan jemput bola. Tim provinsi dan kabupaten/kota bisa mendatangi para lansia yang ada di rumah masing-masing. Setelah cek kesehatan dan lain-lain, tinggal suntik vaksin,” bebernya.

Dengan datang ke desa-desa, kata Deny, juga bisa sebagai bagian kegiatan sosialisasi pentingnya vaksinasi. Sebab masyarakat akan tahu sendiri bagaimana di vaksin, sekaligus manfaatnya.

“Karena masyarakat desa, apalagi para lansia juga bisa saja tak tahu bahwa ada vaksin bagi mereka. Karena kebanyakan hanya diunggah di media sosial,” katanya.

Baca Juga: Jalani Vaksinasi, Ngadilah Tak Lagi Waswas Berjualan di Pasar Bantul

Vaksinasi di gedung Gradhika direncanakan berlangsung hingga Desember tahun ini. Deny menghitung, dengan rencana tersebut masih ada sekira 120 hari untuk vaksinasi seperti yang digagas pemerintah provinsi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait