alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Apakah Vaksin AstraZeneca Efektif Menghadapi COVID-19 Varian Delta?

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:21 WIB

Apakah Vaksin AstraZeneca Efektif Menghadapi COVID-19 Varian Delta?
Ilustrasi vaksin AstraZeneca efektif menghadapi COVID-19 varian Delta. (Dok : Istimewa)

COVID-19 varian Delta atau B1617.2 disinyalir telah menular, akankah vaksin AstraZeneca efektif menghadapi virus baru?

SuaraJawaTengah.id - Kasus COVID-19 di Indonesia melonjak secara cepat usai perayaan hari raya Idul Fitri. Virus corona varian Delta atau B1617.2 disinyalir telah menular. 

Namun demikian, vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe menyebut kasus Covid-19 varian Delta bisa dihadapi secara efektif dengan merek vaksin COVID-19 yang akhir-akhir ini digunakan di Indonesia.

Program vaksinasi untuk umum berusia di atas 18 tahun menggunakan vaksin merek AstraZeneca, namun orang-orang yang sudah mendapat dosis pertama dengan merek lain pada April atau Mei akan diberikan vaksin merek sama ketika mendapatkan dosis kedua.

"Ada tiga merek vaksin di Indonesia, merek yang akhir-akhir ini digunakan efektif terhadap varian Delta. Merek vaksin awal yang digunakan di Indonesia belum ada laporan (efektivitas terhadap varian Delta)," kata dr Dirga dilansir dari ANTARA Kamis (18/6/2021).  

Baca Juga: Waspadai Virus Corona Varian Delta Makin Meluas di Indonesia, Kemenkes Lakukan Upaya Ini

Dia menegaskan, vaksin COVID-19 di Indonesia efektif dalam mencegah seseorang mengalami gejala-gejala sakit berat ketika terinfeksi virus, tapi bukan berarti mendapatkan vaksin berarti sudah kebal 100 persen dari penyakit. 

Semua orang yang sudah divaksin masih bisa terkena COVID-19 atau menularkan virus, namun karena sudah memiliki antibodi, penyakit yang dialami tidak berat.

"Beberapa mutasi menunjukkan vaksin jadi kurang efektif, tapi secara umum masih efektif. Tugas kita untuk mencegah virus bermutasi adalah menekan penularan, agar penularannya terhenti," kata dia.

Dirga mengingatkan, vaksinasi tidak boleh membuat orang-orang menjadi lengah. Protokol kesehatan dan prinsip 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap harus dipatuhi.

"Tidak ada vaksin yang 100 persen efektif, bukan berarti divaksin lalu bebas kumpul-kumpul," jelas dia.

Baca Juga: Kasus Terus Meroket, Satgas Covid-19 Sedang Pertimbangkan Meniadakan Libur Panjang

Otoritas terkait masih menelusuri asal mula kemunculan varian Delta (B 1617.2) yang banyak ditemukan di daerah Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur, kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan resmi, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait