alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hasil Genome Sequencing: Hanya Kudus yang Terpapar Covid-19 Varian Delta

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 25 Juni 2021 | 13:30 WIB

Hasil Genome Sequencing: Hanya Kudus yang Terpapar Covid-19 Varian Delta
Ilustrasi Covid-19. Gubernur Ganjar Pranowo menyebut Covid-19 varian delta hanya menjangkiti Kabupaten Kudus. (Elements Envato)

Gubernur Ganjar Pranowo menyebut Covid-19 varian delta hanya menjangkiti Kabupaten Kudus

SuaraJawaTengah.id - Covid-19 varian Delta disebut-sebut menjadi virus yang menakutkan. Virus itu menular sangat cepat. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut Covid-19 varian delta hanya menjangkiti Kabupaten Kudus. Dari beberapa sampel yang dikirim dari sejumlah daerah, semua hasilnya negatif varian delta.

"Sampai hari ini, baru yang ada di Kudus. Maka saya minta nanti report terakhir evaluasinya seperti apa. Kemarin sampel untuk genome sequencing hampir semua wilayah di Jateng diambil. Dan yang sudah jadi, hasilnya negatif. Tidak ada varian baru," kata Ganjar, Jumat (25/6/2021).

Meski beberapa daerah lanjut Ganjar, ada yang belum keluar hasilnya. Namun sebagian besar yang dikirim, hasilnya negatif varian delta.

Baca Juga: Indonesia Melejit Jadi 5 Besar Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 Harian di Dunia!

"Kita masih menunggu, tapi mudah-mudahan tidak," imbuhnya.

Untuk penanganan kasus varian baru di Kudus, Ganjar mengatakan sudah dilakukan dengan ketat. Masyarakat Kudus dan sekitarnya juga diharapkan membantu sekaligus berjaga-jaga.

"Kudus harus dikunci, agar tidak ada penyebaran. Untuk itu, penanganan di sana kita optimalisasi. Istilahnya ada penebalan, baik tenaga kesehatan, layanan kesehatan, alat kesehatan termasuk penebalan TNI/Polri," terangnya.

Meski varian delta hanya ada di Kudus, namun Ganjar tetap meminta semua daerah untuk siaga. Masyarakat diminta tetap tertib menjalankan 5 M dan pemerintah diminta meningkatkan 3 T.

"Digenjot saja, kalau semua daerah merah bisa melakukan itu, maka akan cepat. Begitu ketahuan, segera mikrozonasi. Lockdown tingkat RT harus dilakukan. Sebanyak-banyaknya RT dilockdown tidak apa-apa, laporkan ke kami nanti akan kami bantu, termasuk bantuan Babinsa/Bhabinkamtibmas untuk menjaga. Sehingga efektivitasnya bisa optimal," pungkasnya.

Baca Juga: Wagub DKI Minta Salat Jumat Ditiadakan, Kasus Covid-19 di Jakarta Makin Menggila

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, hampir semua daerah di Jateng sudah mengirimkan sampel genome squencing. Namun hasil yang dinyatakan positif varian delta baru Kudus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait