facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Data Vaksin Pemerintah Pusat dan Jateng Kacau, Ganjar Temukan Masalah Ini

Budi Arista Romadhoni Selasa, 03 Agustus 2021 | 13:12 WIB

Data Vaksin Pemerintah Pusat dan Jateng Kacau, Ganjar Temukan Masalah Ini
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menelusuri permasalahan data stok vaksin di Grobogan. [Dok Pemprov Jateng]

Data dari pemerintah pusat stok vaksin di Jateng masih banyak, sedangkan di lapangan vaksin sudah habis disuntikan ke masyarakat, Ganjar pun menelusuri pangkal permasalahannya

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah Bupati/Wali Kota di Jateng banyak yang protes pada pemerintah pusat terkait ketersediaan vaksin. Sebab, data vaksinasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak sama.

Banyak daerah di Jateng yang kehabisan stok vaksin. Namun data yang dimiliki pemerintah pusat melalui aplikasi Smile menunjukkan daerah-daerah itu masih memiliki stok vaksin cukup banyak. Ternyata, data di aplikasi Smile tidak sesuai seperti di lapangan.

Tak mau berlarut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung terjun ke lapangan pada Selasa (3/8/2021).

Ganjar bertolak ke Grobogan untuk melihat kondisi di sana. Sebab sebelumnya, Bupati Grobogan selalu meminta tambahan vaksin.

Baca Juga: Dinkes Sumut Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Cukup

Namun di data Smile dari pemerintah pusat, stok vaksin di Grobogan masih banyak sehingga tidak dikirim.

Saat mengecek vaksinasi di Desa Wolo, Ganjar menemukan titik persoalannya. Ternyata, setiap acara vaksinasi, semua data diinput secara langsung melalui aplikasi Pcare. Baru setelah itu, data diinput melalui aplikasi Smile.

"Lha kenapa tidak ke Smile pak, kan itu pusat melihatnya pakai itu," tanya Ganjar ke petugas.

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Yayasan St Fransiskus Asisi, Jakarta, Selasa (3/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ilustrasi Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo menjelaskan bahwa inputing data ke aplikasi Smile membutuhkan waktu yang lama. Data baru diinput setelah direkap dari aplikasi Pcare.

"Itu butuh waktu lama pak, kami tiap hari kalau vaksinasi sudah langsung input ke aplikasi Pcare," jelasnya.

Baca Juga: Waduh, Sudah Dua Pekan Stok Vaksin di Cianjur Kosong

Dari situlah Ganjar menemukan titik persoalan. Bahwa sebenarnya ada ketidakcocokan data antara pemerintah pusat dengan daerah. Pemerintah pusat melihat stok masih banyak, karena inputing data ke aplikasi Smile belum sempurna.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait