Dugaan Pelecehan Berujung Pengeroyokan Mahasiswa Undip, Kampus Tolak Main Hakim Sendiri

Mahasiswa Undip korban pengeroyokan diduga terkait laporan pelecehan seksual. Kampus usut kedua kasus, larang main hakim sendiri. Keluarga lapor polisi.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 Maret 2026 | 13:41 WIB
Dugaan Pelecehan Berujung Pengeroyokan Mahasiswa Undip, Kampus Tolak Main Hakim Sendiri
Ilustrasi kampus Universitas Diponegoro Semarang. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Baca 10 detik
  • Mahasiswa Undip bernama Arnendo (20) menjadi korban pengeroyokan pada November 2025 setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual.
  • Pihak universitas mengakui adanya laporan pelecehan seksual terhadap tiga mahasiswi, namun mengutuk aksi main hakim sendiri yang terjadi.
  • Akibat pengeroyokan tersebut, Arnendo mengalami luka parah dan keluarganya telah melaporkan insiden kekerasan itu ke Polrestabes Semarang.

SuaraJawaTengah.id - Insiden kekerasan di lingkungan kampus kembali menjadi sorotan publik. Kasus pengeroyokan yang menimpa seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bernama Arnendo (20) kini menguak fakta baru yang memicu polemik luas.

Mahasiswa semester empat tersebut ternyata tidak hanya berstatus sebagai korban penganiayaan fisik, tetapi juga disebut-sebut sebagai terduga pelaku pelecehan seksual.

Mengutip dari media partner Ayosemarang.com , tindak kekerasan yang menimpa Arnendo ini rupayanya berakar dari kemarahan sejumlah rekan mahasiswa.

Sebelum insiden pengeroyokan berdarah itu terjadi pada pertengahan November 2025 lalu, tiga orang mahasiswi secara resmi telah melaporkan Arnendo ke pihak dekanat atas dugaan tindak pelecehan seksual.

Baca Juga:Bukan Lagi Tradisi, Pungli di PPDS Resmi Jadi Pidana: Dokter Senior Divonis 9 Bulan

Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya aduan terkait perilaku tidak pantas tersebut.

"Ya kami menerima laporan dari pihak dekanat, bahwa yang bersangkutan melakukan pelecehan seksual terhadap 3 mahasiswi," tuturnya.

Pihak universitas sejatinya tidak tinggal diam menanggapi laporan dari para mahasiswi. Berdasarkan keterangan pihak kampus, teguran keras sudah dilayangkan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

"Laporan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah diperingatkan berkali-kali namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari teman-temannya," sambungnya.

Meskipun demikian, Universitas Diponegoro mengambil sikap tegas untuk tidak membenarkan segala bentuk aksi main hakim sendiri atau *vigilantisme* di kalangan mahasiswa. Menghakimi seseorang secara fisik dinilai melanggar aturan akademik maupun hukum positif di Indonesia.

Baca Juga:Palak Mahasiswa PPDS hingga Rp2,4 Miliar, Kaprodi Anestesiologi Undip Dituntut 3 Tahun

"Universitas Diponegoro menyayangkan terjadinya peristiwa kekerasan dalam bentuk apa pun. Pada saat yang sama, universitas menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Pihak rektorat menjamin bahwa penanganan kasus dugaan pelecehan seksual akan terus berjalan secara transparan tanpa mengesampingkan insiden penganiayaan yang terjadi.

"Terkait dugaan tindak kekerasan seksual yang melibatkan yang bersangkutan, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk menindaklanjuti secara serius melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku, serta memberikan pendampingan dan perlindungan kepada pihak korban pelecehan seksual," pungkasnya.

Adapun kronologi pengeroyokan bermula pada 15 November 2025. Saat itu, Arnendo diundang oleh rekan seangkatannya yang bernama Adyan ke sebuah kamar indekos.

Dalihnya adalah untuk membahas persiapan acara musik kampus. Namun, agenda tersebut hanyalah jebakan. Setibanya di lokasi, Arnendo diinterogasi dan dipaksa untuk mengakui perbuatannya terhadap salah satu mahasiswi.

Karena merasa tidak bersalah, Arnendo bersikeras menolak tuduhan tersebut. Perdebatan sengit pun terjadi selama kurang lebih satu jam. Puncaknya, sekitar pukul 23.00 WIB, seorang mahasiswa senior yang turut hadir di lokasi memicu aksi kekerasan fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak