SuaraJawaTengah.id - Kedekatan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuat semua orang bertanya-tanya.
Apakah Kedekatan Presiden Jokowi dan Airlangga Hartarto sebagai simbol pembangkangan?
Diketahui Presiden Jokowi sangat percaya kepada Airlangga Hartarto sebagai Menterinya. Sang ketua umum wajib membantu presiden untuk mengurus pemerintahan.
Manyadur dari Solopos.com, Kepercayaan Presiden Jokowi kepada Golkar terutama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menurut peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad semakin terlihat.
Baca Juga:Pasca Kritik Jokowi The King of Lip Service, Mahasiswa UI Dituding Terima Proyek Miliaran
Kepercayaan Jokowi kepada Airlangga setidaknya dilatarbelakangi dua hal, pertama terkait prestasi.
“Presiden Joko Widodo terlihat sangat nyaman bekerja sama dengan Airlangga karena mereka memiliki visi yang relatif sama. Sejauh ini, visi presiden bisa diimplementasikan dengan cukup baik,” kata Saidiman, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (11/8/2021).
![Presiden Joko Widodo menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 30 Juli 2021 [Sekretariat Presiden RI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/30/48465-jokowi.jpg)
Dalam visi besar Jokowi untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi melalui penyederhanaan perizinan, kata dia, Airlangga mampu melakukannya dengan baik.
Pencapaian ini salah satunya melalui peresmian online single submission (OSS) berbasis risiko. OSS berbasis risiko ini mempermudah proses perizinan usaha melalui sistem perizinan online satu pintu.
“Ini sangat fundamental dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” jelas Saidiman dikutip dari Antara.
Baca Juga:Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres, Partai Golkar Kota Solo Siap Tambah Baliho
Pada pencapaian lain, Saidiman mengingatkan peran Airlangga berhasil mengeluarkan Indonesia dari resesi. Yakni dampak pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2021 mencapai 7,07 persen.
- 1
- 2