Ancaman Tenggelam Makin Nyata, Penurunan Permukaan Tanah di Kota Pekalongan Capai 0,5 CM

Penurunan permukaan tanah di Pekalongan semakin terlihat, sekitar 0,5 cm setiap tahunnya

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:20 WIB
Ancaman Tenggelam Makin Nyata, Penurunan Permukaan Tanah di Kota Pekalongan Capai 0,5 CM
‎Kondisi wilayah pesisir Kota Pekalongan di Jalan Semudera, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara yang semakin tergerus terjangan rob, Selasa (10/8/2021).[Suara.com/F Firdaus]

SuaraJawaTengah.id - Ancaman pantai utara tenggelam sudah mulai menunjukan tanda-tanda. Kota Pekalongan misalnya, penurunan permukaan tanah semakin terlihat.  

Penurunan muka tanah di Kota Pekalongan terus terjadi. Jika tidak ditangani dengan baik, menurut prediksi sekitar 15 tahun ke depan Kota Pekalongan terancam tenggelam.

Menyadur dari Solopos.com, guna mengatasi tal tersebut, sampai saat ini Pemkot Pekalongan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menangani dampak penurunan muka tanah alias land subsidence. Salah satu usaha yang dilakukan adalah penangguhan rekomeendasi pengambilan air bawah tanah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini, mengatakan penurunan muka tanah di Pekalongan kemungkinan terjadi karena pengambilan air tanah yang masif.

Baca Juga:Banjir Rob Hantam Pantai Selatan Malang, Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Selain itu tanah di Pekalongan termasuk jenis tanah endapan dan berusia muda yang secara alami mudah mengalami penurunan.

Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya sumber air di permukaan tanah. Akibatnya sumber air bawah tanah terus disedot untuk mencukupi kebutuhan.

“Kota Pekalongan ini memang tidak memiliki sumber air permukaan, semuanya mengambil dari air tanah, PDAM, sektor industri, kegiatan perhotelan, dan sebagainya yang mengambil air tanah secara masif,” ucap Anita seperti dikutip dari Jatengprov.go.id, Kamis (19/8/2021).

Foto udara perumahan warga terendam banjir di Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Foto udara perumahan warga terendam banjir di Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Anita mengakui, langkah tersebut tidak bisa mencegah proses land subsidence yang kadung terjadi. Oleh sebab itu saat ini Pemkot Pekalongan  melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi dampak penurunan muka tanah, di antaranya pengambilan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong, serta penyediaan kolam retensi untuk limpasan air rob.

“Kita harus mencari alternatif-alternatif lainnya, seperti memanfaatkan sumber-sumber air yang ada di Kota Pekalongan baik dari sungai, kemudian Kota Pekalongan juga ada longstorage di tanggul rob, termasuk nanti pembangunan kolam retensi untuk penanganan banjir dan rob itu. Jika sudah jadi yang dimungkinkan airnya bisa diolah menjadi air bersih,” paparnya.

Baca Juga:Kisah Warga Pekalongan Dihantui Banjir Rob Setiap Saat hingga Terancam Tenggelam

Sebelumnya diberitakan Pekalongan merupakan salah satu wilayah di pesisirr pantura Jawa Tengah yang terancam tenggelam. Sudah baanyak hasil penelitian yangg memprediksi bahwa Pekalongan bisa sajaa tenggelam pada 2035 mendatang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini