Melestarikan Tradisi Syukuran Wiwitan Padi dan Ajak Pemuda Kembali ke Sawah

Tradisi turun temurun ini merupakan kegiatan untuk bersyukur sebelum panen raya tiba. Tetapi sekarang ini, kearifan lokal tersebut mulai jarang yang menyelenggarakannya.

Siswanto
Senin, 27 September 2021 | 12:59 WIB
Melestarikan Tradisi Syukuran Wiwitan Padi dan Ajak Pemuda Kembali ke Sawah
Melestarikan Tradisi Syukuran Wiwitan Padi [Bloktuban]

SuaraJawaTengah.id - Masyarakat Tanah Tikungan Tajam, Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, tetap melestarikan tradisi syukuran wiwitan padi sampai sekarang.

Tradisi turun temurun ini merupakan kegiatan untuk bersyukur sebelum panen raya tiba. Tetapi sekarang ini, kearifan lokal tersebut mulai jarang yang menyelenggarakannya.

Penyelenggaraan tradisi syukuran wiwitan sekaligus untuk mengajak para pemuda kembali turun ke sawah, "jangan takut masuk sawah, jangan takut menanam."

Pada Minggu (26/9/2021), lalu, warga RT 4, RW 9, atau biasa disebut lingkungan sawah kulon (barat) berbondong-bondong untuk menghadiri acara tersebut. Dengan langkah tegak, mereka datang untuk menyukseskan kegiatan.

Baca Juga:Warga Dusun Ndolok Tetap Lestarikan Tradisi Manganan

Mereka membawa sajen dari rumah masing-masing dan diarak menuju lokasi.  Hujan yang turun ketika itu tak menyurutkan semangat orang muda dan tua.

Sebelum tabuh acara wiwitam dimulai, acara diawali pertunjukan seni yang dibawakan Arif Ponco, seniman teater Tuban. Dia menghantar doa-doa berikut laku penggambaran pertunjukan wiwitan.

"Terimakasih kepada masyarakat yang semangat, sudah mau uri-uri tradisi budaya Jawa wiwit pari (padi)," kata Kepala Desa  Plumpang Tumito dalam laporan Bloktuban.

"Semoga wiwit ini memberi kemanfaatan bagi semua warga. Khususnya para petani di Desa Plumpang, terlebih warga bumi sawah kulon tikungan tajam," katanya.

Tokoh desa Mbah Sunaji menjelaskan makna tradisi wiwitan padi. Kegiatan ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga:Tradisi Unik Suku Ammatoa Bulukumba: Lepas Baju dan Tidak Mandi 40 Hari

Sri Sedani yang memangku Dusun Plumpang berharap agar semua diberi kenikmatan, selamat dunia, dan akhirat.

"Semua masyarakat semoga diberikan kemudahan, sehingga bisa mendapat rezeki melimpah yang berkah," tutur Mbah Sunaji.

Acara tersebut diprakarsai oleh para pemuda Plumpang, didukung tokoh agama dan tokoh masyarakat lingkungan setempat.

Bambang Budiono, seorang tokoh pemuda desa telah lama ingin menggalakkan kembali tradisi wiwit. Dengan maksud menumbuhkan lagi bagaimana suasana suka cita saat panen. Yang pada umumnya wiwit padi dilakukan secara mandiri maupun kolektif.

"Wiwit padi ini adalah tradisi yang hampir punah. Maka dari itu sebisa mungkin kita jaga dan dilestarikan," kata Bambang.

Bambang alumnus Universitas Ronggolawe Tuban mengakui penyelenggaraan tradisi syukuran wiwitan padi mulai jarang dilakukan. Hanya orang tertentu yang melakukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak