Kisah Pilu Ahmad Yani Disumpah Syekh Mahfudz, Hingga Akhirnya Dieksekusi PKI

Ini kisah sumpah serapah Syekh Mahfudz kepada Ahmad Yani sebelum dieksekusi oleh para PKI di Lubang Buaya

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 30 September 2021 | 07:00 WIB
Kisah Pilu Ahmad Yani Disumpah Syekh Mahfudz, Hingga Akhirnya Dieksekusi PKI
Ilustrasi Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani disumpah Syekh Mahfudz. [Suara.com/Ema]

SuaraJawaTengah.id - Sejarah pertikaian antara Syekh Mahfudz dengan Jenderal TNI Ahmad Yani memang tidak terlalu didengar oleh masyarakat umum. Namun, konon katanya terdapat sumpah serapah dari sang kiai terhadap orang tertinggi di TNI saat itu.

Tak berselang lama, setelah pengucapan sumpah Syekh Mahfudz, Ahmad Yani ditemukan tewas mengenaskan di sebuah sumur, yang kini disebut lubang buaya. 

Bagaimana kisah perseturuan Jenderal Ahmad Yani dengan Syekh Mahfudz? simak selengkapnya pada artikel ini. 

Hidayat Aji Pambudi masih ingat betul pertemuannya dengan Kiyai Thohir, guru ngaji di Kampung Laut, Nusakambangan. Sisa-sisa pelarian Angkatan Oemat Islam (AOI) Somalangu.

Baca Juga:Cerita PKI Menangi Pemilu 1955 Hingga Kuasai DPRD Yogyakarta Selama Satu Dasawarsa

Kepada Hidayat Aji, semula Kiyai Thohir hanya mengaku berasal dari Kebumen. Merasa nyaman karena berasal dari daerah yang sama, perbincangan kemudian berlanjut akrab. 

“Cerita-cerita katanya orang Kebumen. Dia itu ternyata mantan Laskar AOI. Sampai kemudian nggak berani pulang karena masih merasa sebagai orang yang dikejar-kejar pemerintah,” kata Hidayat Aji saat ditemui di SMK Ma’arif 3 Somalangu, 7 September lalu.

Hidayat Aji sudah 18 tahun menjadi Kepala Sekolah SMK Ma’arif 3 Somalangu. Sekolah ini berada dalam kompleks Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, salah satu pesatren tertua di Asia Tenggara.

Pondok Pesantren Somalangu memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pimpinan Pondok Pesantren Somalangu, Syekh As Sayid Mahfudz bin Abrurrahman Al Hasani, sekaligus Pemimpin Umum Angkatan Oemat Islam (AOI).

Pengukuhan Syekh Mahfudz sebagai Pemimpin AOI terjadi pada 11 September 1945. Syekh Mahfudz menerima amanah ini dengan catatan setelah perjuangan selesai akan kembali ke lingkungan pondok dan menolak ikut dalam birokrasi kenegaraan.

Baca Juga:Partai Politik di Bali Sekitar 1965: Gubernur Sutedja Berseteru dengan Wedastera Suyasa

Sebagai ulama kharismatik, Syekh Mahfudz dengan segera menarik simpati ribuan rakyat Prembun, Kutowinangun, Petanahan, Aliyan, dan Karanggayam untuk bergabung. 

Data kasar menyebutkan, jumlah Laskar AOI saat itu mencapai 10 ribu orang. Ditambah sekitar 30 ribu pendukung yang sewaktu-waktu siap digerakkan sebagai pasukan cadangan. 

Pengaruh Syekh Mahfudz dan AOI bahkan meluas hingga Kabupaten Banyumas, Kutoarjo (Kabupaten Purworejo), dan Wonosobo. Mayoritas laskar dan simpatisan AOI adalah para santri dan petani. 

Pada 1 Januari 1947, pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) melebur Laskar AOI dan Laskar Hizbullah (pasukan Surengpati) dalam satuan teritorial Batalyon Lemah Lanang (LL).

Pada agresi Militer Belanda II, Batalyon Lemah Lanang mempertahankan front Timur Kali Kemit mulai daerah Karanganyar hingga Petanahan.

Mereka berhasil menghambat laju militer Belanda menyerang Ibu Kota sementara Republik Indonesia di Yogyakarta (doorstot naar Djokdja), pada 18 Desember 1948.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak