Pakar Psikologi Apresiasi Pengiriman Polwan Jateng Pulihkan Trauma Korban Erupsi Semeru

Tim yang diberangkatkan ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu, diketuai Kabiddokkes Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 14 Desember 2021 | 18:09 WIB
Pakar Psikologi Apresiasi Pengiriman Polwan Jateng Pulihkan Trauma Korban Erupsi Semeru
Keberangkatan tim polwan Polda Jateng dalam rangka trauma healing korban bencana erupsi Gunung Semeru mendapat apresiasi dari pakar psikologi, Indra Dwi Purnomo. [Humas Polda Jateng]

SuaraJawaTengah.id - Keberangkatan tim polwan Polda Jateng dalam rangka trauma healing korban bencana erupsi Gunung Semeru mendapat apresiasi dari pakar psikologi, Indra Dwi Purnomo.

Menurutnya langkah yang dilakukan Polda Jateng itu membanggakan dan sangat tepat dilakukan pada saat ini.

Sebagaimana diketahui Polda Jateng mengirimkan 85 personil termasuk diantaranya 36 polwan untuk membantu pemulihan pasca bencana termasuk indentifikasi korban meninggal serta pemulihan trauma bagi pengungsi akibat letusan Gunung Semeru.

Tim yang diberangkatkan ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu, diketuai Kabiddokkes Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Baca Juga:Aksi Joget Konten TikTok di Lokasi Erupsi Semeru Tuai Kecaman Warganet

Menurut Indra pemulihan stres bagi korban bencana harus cepat dilakukan agar kondisi psikologis korban tidak makin parah. Saat ini para korban berada pada tingkat acute stress traumatic disorder atau gangguan stres akut akibat trauma.

"Pemulihan trauma secara cepat bisa menghindarkan mereka agar terkena gangguan stress pasca trauma. Pertolongan pertama psikologis ini dilakukan untuk menstabilkan kondisi psikologis warga terdampak bencana khususnya wanita dan anak-anak," ungkap dosen psikologi Unika Soegijapranata ini, Selasa (14/12/2021).

Indra yang juga aktivis pemulihan korban bencana ini juga menyampaikan keberadaan polisi di lokasi dalam rangka evakuasi, distribusi bantuan dan trauma healing amat membantu pemulihan psikologis korban bencana.

"Para korban merasa terbantu dengan keberadaan Polri yang berada di lingkungannya. Secara psikologis amat terbantu," tambahnya.

Keberadaan para polwan sebagai konselor pemulihan trauma amat tepat, terutama karakter wanita yang cenderung komunikatif dan mudah mudah berempati pada korban terutama anak-anak.

Baca Juga:BNPB: Bertambah Dua Korban Meninggal Bencana Erupsi Semeru, 9.754 Jiwa Mengungsi

Keberadaan polwan yang simpatik dan terbuka juga amat membantu pemulihan kepercayaan diri dan mencairkan suasana, pada pria maupun wanita.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini