facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir di Tahun 2022, Ini Syaratnya

Budi Arista Romadhoni Minggu, 26 Desember 2021 | 12:17 WIB

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir di Tahun 2022, Ini Syaratnya
Ilustrasi Covid-19.WHO menyebut Pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun 2022, namun terdapat syarat yang harus terpenuhi. (Freepik.com)

WHO menyebut Pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun 2022, namun terdapat syarat yang harus terpenuhi

SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 diharapkan segera berakhir. Kehidpuan normal sangat dinanti penduduk di dunia. 

Diketahui virus Corona yang lebih sering disebut Covid-19 sudah menyebar selama 2 tahun. Hal itu tentu saja membuat banyak orang menderita. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tahun 2022 harus menjadi tahun terakhir pandemi Covid-19 yang menimbulkan meresahkan dunia. Karena itu vaksinasi terus digencarkan.

Menyadur dari Solopos.com, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menaksir pandemi Covid-19 akan segera usai pada 2022 lantaran jumlah dosis vaksin Covid-19 yang terus meningkat terdistribusi dengan baik ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: Setelah Suga, Bighit Music Umumkan RM dan Jin BTS Positif COVID-19

“2022 harus menjadi akhir dari pandemi Covid-19. Namun, [tahun tersebut] juga menjadi awal dari era yang lain, yaitu era solidaritas,” kata Tedros dalam jumpa pers rutin, seperti dikutip dari Bisnis.com pada Sabtu (25/12/2021).

Untuk mengakhiri pandemi Covid-19 pada 2022 program vaksinasi terus digalakkan. Tedros menjelaskan, sejauh ini jumlah dosis vaksin Covid-19 yang telah didistribusikan ke seluruh dunia sudah cukup mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di setiap negara. 

Penyebabnya, mekanisme kerja sama pengadaan vaksin COVAX Facility juga telah mengirimkan 800 juta lebih vaksin ke negara-negara yang masih memiliki tingkat vaksinasi rendah.

Dia pun memprediksi, pasokan dosis vaksin Covid-19 seharusnya cukup untuk memvaksinasi seluruh populasi orang dewasa di dunia dan memberikan booster vaksin kepada populasi berisiko tinggi pada kuartal I/2022.

“Jadi saya menyuarakan sekali lagi kepada negara dan produsen vaksin untuk memprioritaskan dosis vaksin untuk COVAX dan bekerja sama untuk membantu negara yang masih tertinggal dalam hal vaksinasi,” ujarnya.

Baca Juga: Turki Sukses Ciptakan Vaksin Turkovac, Erdogan: Akan Kami Bagikan Ke Seluruh Umat Manusia

Menurutnya, sekitar 20 persen dari seluruh dosis yang didistribusikan setiap hari saat ini justru diberikan untuk dosis ketiga atau dosis tambahan (booster) sehingga hal itu justru cenderung membuat pandemi makin lama berakhir lantaran masih banyak negara yang belum bisa memberikan dua dosis pertama vaksin Covid-19 untuk warganya sesuai target WHO.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait