Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ustadzah di Demak Trauma Kalau Dengar Suara Pintu

Selain menjadi lupa dengan hafalan ayat-ayat Al Qur'an, Ustadzah di Demak korban pelecehan seksual trauma mendengar suara pintu yang terbuka

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 28 Desember 2021 | 17:05 WIB
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ustadzah di Demak Trauma Kalau Dengar Suara Pintu
ilustrasi pelecehan seksual, pencabulan dan perkosaan. Selain menjadi lupa dengan hafalan ayat-ayat Al Qur'an, Ustadzah di Demak korban pelecehan seksual trauma mendengar suara pintu yang terbuka. [envato elements]

Bantuan Hukum

Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRCKJHAM), Citra Ayu mengatakan, maraknya kasus pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren, ini seperti fenomena gunung es. 

"Pesantren yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi santri untuk menuntut ilmu ini malah sebaliknya, sangat kita sayangkan sekali ya," ujarnya. 

Dia berpesan kepada korban agar tak takut untuk bercerita ke orang tedekat terkait kekerasan yang dialami di ponpes. Korban bisa segera lapor ke orang tua atau teman terdekat yang bisa di percaya.

Baca Juga:Bawa-bawa Tentara, Sopir GrabCar Tersangka Pelecehan Seksual Mau Lapor Balik NT Hari Ini

"Jangan takut untuk melawan," pesannya. 

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Semarang Raden Rara Ayu menambahkan, kekerasan Seksual tidak dipungkiri rentan terjadi di lingkungan pendidikan antaralain di pondok pesantren.

"Harapannya, Pondok Pesantren sebagai ruang aman dan nyaman tanpa kekerasan untuk para santri, guru pengajar dan orang-orang yang berada di lingkungan pesantren, namun terkadang kekerasan menjadi suatu pola dalam sistem pengajaran karena dianggap wajar dan nilai patuh," keluhanya.

"LBH APIK Semarang mencatat di Catatan Tahunan LBH APIK Semarang di tahun 2021 ini menyebut kekerasan yang terjadi di dalam pondok pesantren diselesaikan secara mediasi, termasuk pada kasus kekerasan Seksual, apalagi jika pelaku adalah guru besar di pondok pesantren tersebut, " tegasnya. 

Kontributor : Dafi Yusuf

Baca Juga:Jalan Buntu Kasus Pelecehan Pegawai KPI: Suami Simpan 'Luka' hingga Istri Keguguran

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini